Templates by BIGtheme NET
Home / Ajatappareng / Parepare / Jaksa Bakal Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Gerobak Perindagkop
(ilustrasi.net)
(ilustrasi.net)

Jaksa Bakal Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Gerobak Perindagkop

PAREPARE,  Penarakyat.com – Penyidik Polres Parepare akan melimpahkan kasus gerobaksekitar 50 unit dari dinas perindagkop yang bersumber dari dana APBN 2013 dengan kerugian negara sekitar Rp425 juta.

Polisi sudah menyatakan kasus gerobak ini dan barang bukti, tersangka serta berkas acara perkara (BAP)  ketiga tersangka akan dilimpahkan ke Kejaksaan pada hari Kamis, (9/2/2017) mendatang.

Ketiga tersangka itu, yakni, mantan kadis perindagkop dan UKM Parepare, Amran Ambar yang sekarang ini menjabat kadis Kependudukan dan catatan sipil, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Suaib, dan bendahara Koperasi Cempaka Raya, Gazali.

“Kami akan limpahkan tersangka dan barang bukti beserta BAP tersangka ke kejaksaan pada hari kamis minggu ini,”kata kanit Tipikor Polres Parepare, IPDA Sukri.

Terpisah, kasi Pidsus, Hasbi Saleh, mengatakan tahap pertama kasus gerobak sudah dilakukan sisa tahap kedua dimana tersangka dan barang buikti harus diserahkan oleh pihak kepolisian kepada jaksa .”Sisa kami menunggu tahap kedua dari Kepolisian,”katanya.

Hasbi menegaskan jika ketiga tersangka sudah diserahkan maka rencana pihak kejaksaan akan menahan ketiga tersangka demi kelancaran proses hukumnya,”rencana kami akan tahan ketiga tersangka jika diserahkan polisi ke kami,”tuturnya.

Terpisah, penasehat hukum (PH) tersangka Amran Ambar, Gusti Firmansyah menyesalkan sikap penyidik yang menjadikan Amran Ambar tersangka. Gusti melihat kasus ini ada kriminalisasi terhadap Amran Ambar, dimana peranya sangat jauh dari pada yang lain tidak dijadikan tersangka kasus ini.

Gusti menjelaskan, bahwa jelas sekali ini ada kriminalisasi polisi, keterlibatnya hanya satu tanda tangan rekomendasi saja, itupun tanda tangan untuk surat dukungan ke provinsi soal layak atau tidak koperasi itu dapat dana dari pusat dan itu juga sudah dilakukan on the spot (kunjungan provinsi Sulsel, red) ke parepare untuk melakukan verifikasi data.

Lalu, pihak provinsi Sulsel melakukan rekomendasi ke kementerian koperasi setelah dilakukan verifikasi data membenarkan bahwa koperasi itu layak diberi dana bantuan tersebut.

Seteelah itu, Amran tidak tau bagaimana kelanjutanya, karena danaya langsung ke koperasi masing-masing tidak mampir di dinas prindagkop dan UKM.”hanya satu kali saja bertanda tangan pak Amran itupun ditanda tangani rekoemndasi atau dukungan untuk disampaikan ke tingkat provinsi, lalu p[rovinsi turun melakukan on the spot dan dinyatakan layak, nah kenapa tidak dijadikan tersangka pihak provinsi, karena dia juga bertanda tangan untuk rekomendasi ke tingkat kementerian,”Tanya Gusti.

Lanjut, Gusti, kasus ini sangat ganjil bagi klienya, yang mestinya pengguna anggaran dari kementerian, PPPK dari kementerian, bahkan ketua koperasi juga harus jadi tersangka termasuk sekretarisnya karena merekalah yang menggunakan langsung dana bukan kadis perindagkop saat itu.

Sudah jelas, kataGusti, dari urutan kronologis kasus sangat jauh dijadikan tersangka klienya, yang jelas ini ada kriminalisasi klienya yang dilakukan aparat penegak hukum.”harus adil dalam kasus ini, mestinya bukan hanya tiga tersangka tetap banyak tersangkanya termasuk dari kementerian sebagai KPA ( Kuasa Pengguna Anggaran).”saya dengar minggu ini klien saya BAP-nya dilimpahkan ke kejaksaan,”katanya singkat saat dihubungi via selulernya. (samiruddin)

About penarakyatcr1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful