BANTEN, Penarakyat.com — Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (9/2/2026). Kegiatan nasional tersebut dihadiri pejabat tinggi negara, pimpinan lembaga, kepala daerah, serta insan pers dari berbagai wilayah di Indonesia.
Peringatan HPN 2026 berlangsung khidmat melalui sejumlah agenda yang menegaskan kembali peran strategis pers sebagai pilar demokrasi dan mitra pembangunan nasional.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Situbondo menerima penghargaan nasional kategori Bupati Peduli Olahraga. Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan olahraga, penguatan infrastruktur, serta peningkatan prestasi atlet di tingkat regional dan nasional.
Penghargaan ini dinilai sejalan dengan berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam setahun terakhir yang berfokus pada pengembangan olahraga prestasi. Salah satu wujud nyata dukungan tersebut adalah pemberian bonus dan penghargaan kepada atlet berprestasi.
Pada 2025, Pemkab Situbondo menyerahkan bonus sekitar Rp600 juta kepada 47 atlet dari berbagai cabang olahraga. Penghargaan itu diserahkan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97.
Sebanyak 47 atlet tersebut berhasil meraih total 26 medali emas, perak, dan perunggu pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025 yang digelar di Malang Raya. Capaian itu meningkat signifikan dibandingkan Porprov sebelumnya, saat kontingen Situbondo hanya meraih 10 medali.
Usai menghadiri rangkaian HPN 2026, Bupati Situbondo yang akrab disapa Mas Rio menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan pers. Ia juga mengapresiasi peran jurnalis, khususnya di Situbondo, yang konsisten menghadirkan karya jurnalistik yang informatif dan berpihak pada kepentingan publik.
“Pers merupakan salah satu pilar utama demokrasi. Jurnalis memiliki peran penting dalam mencerdaskan masyarakat dan mengawal kebijakan publik,” ujar Mas Rio.
Ia menegaskan, kepercayaan publik terhadap media hanya dapat dijaga melalui pemberitaan yang objektif, berimbang, dan berbasis fakta, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.
“Pers harus menjadi penjernih informasi, bukan sekadar pemburu sensasi. Kepercayaan publik bertumpu pada fakta yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Peringatan HPN 2026 menjadi momentum konsolidasi nasional antara pemerintah dan insan pers untuk memperkuat profesionalisme jurnalistik, meneguhkan kebebasan pers yang bertanggung jawab, serta menjawab tantangan disrupsi informasi di era digital. (Rama/Tim).











Tinggalkan Balasan