PADANG, Penarakyat.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat akses kompetensi bagi kelompok marginal. Melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Kemnaker menggelar pelatihan vokasi inklusif. Program ini menyasar penyandang disabilitas tunarungu dan lansia produktif.

​Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, meninjau langsung pelatihan tersebut pada Kamis (12/2/2026). Ia ingin memastikan BPVP menjadi ruang yang mudah diakses semua kalangan. Pelatihan ini bertujuan menciptakan peluang kerja dan kemandirian ekonomi bagi peserta.

​”Pelatihan vokasi adalah harapan bagi mereka yang selama ini sulit mengakses pasar kerja,” ujar Yassierli.

Kemandirian Ekonomi Melalui Kurikulum Khusus dan Penempatan Kerja

​BPVP Padang berkolaborasi dengan Yayasan Rumah Inklusi Padang untuk melatih penyandang disabilitas tunarungu. Peserta mempelajari keterampilan spesifik seperti barista, manajemen kasir digital, hingga pramusaji. Menaker memuji semangat para peserta yang cepat menguasai teknik mesin espresso meski baru berlatih empat hari.

​Selain disabilitas, kelas tata boga bagi lansia juga menjadi sorotan. Program ini mendukung semangat “belajar sepanjang hayat” agar lansia tetap produktif. Yassierli menekankan pentingnya dukungan instruktur yang suportif dalam lingkungan inklusif.

​Kemnaker juga menjamin hilirisasi program ini. Para lulusan nantinya akan langsung bekerja di salah satu kafe di Kota Padang. Langkah ini menjadi model percontohan bagi industri food & beverage di Sumatra Barat. Dengan begitu, perusahaan lain diharapkan mulai membuka ruang kerja setara bagi pekerja disabilitas.