Bandung, PenaRakyat.com – Badan Pengelola Keuangan Haji Republik Indonesia (BPKH) menggelar pelatihan Al-Qur’an isyarat dan Iqra Braille bagi penyandang disabilitas di Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an bagi komunitas tuli dan tunanetra.
Pelatihan berbentuk Training of Trainers (ToT) tersebut dikelola oleh Laznas PPPA Daarul Qur’an sebagai mitra kemaslahatan BPKH. Kegiatan berlangsung di Fakultas Ushuludin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Berbagi Berkah Ramadan BPKH 1447 Hijriah sekaligus program kemaslahatan BPKH tahun 2026. BPKH menaruh perhatian pada pengembangan pendidikan inklusif agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk belajar Al-Qur’an.
Dalam kegiatan tersebut, BPKH juga membagikan mushaf Al-Qur’an isyarat, Iqra Braille, serta bingkisan Ramadan kepada para peserta.
Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari komunitas muslim tuli, pejuang netra, pengajar Sekolah Luar Biasa (SLB), serta masyarakat umum dari wilayah Bandung Raya.
Program Cetak Pengajar Al-Qur’an untuk Disabilitas
Direktur Utama Laznas PPPA Daarul Qur’an, Dwi Kartika Ningsih, mengatakan lembaganya berkomitmen menjadi jembatan antara Al-Qur’an dan umat Islam tanpa membedakan latar belakang maupun keterbatasan fisik.
Menurutnya, gerakan Disabilitas Mengaji menjadi bukti bahwa setiap muslim memiliki hak yang sama untuk mempelajari Al-Qur’an.
“ToT Al-Qur’an Isyarat dan Iqra Braille ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ini adalah ikhtiar kami mencetak kader-kader pengajar Al-Qur’an bagi mereka yang berkebutuhan khusus, yang nantinya akan mengajarkannya kembali ke berbagai daerah,” ujarnya.
Program tersebut juga telah digelar sebelumnya di Jakarta dan Yogyakarta.
Kementerian Agama menyambut baik program tersebut. Ketua Tim Peningkatan Kualitas Pendidikan Al-Qur’an Kemenag, Amin Baejuri, berharap kegiatan ini dapat membantu penyandang disabilitas membaca dan memahami Al-Qur’an dengan baik.
“Semoga dengan fasilitas ini mereka dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, memahami maknanya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Program Strategis dan Pelaksana Mandiri BPKH, Fanni Sufiandi, mengatakan program ini menjadi langkah penting untuk membangun ekosistem pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif.
Menurutnya, jumlah penyandang disabilitas cukup besar, sementara akses pembelajaran Al-Qur’an bagi mereka masih terbatas.
“Program ini menjadi langkah penting untuk menghadirkan ekosistem pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif dan tanpa hambatan bagi saudara-saudara disabilitas,” ujarnya.
Dekan Fakultas Ushuludin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Wahyudin Darmalaksa, mengapresiasi Laznas PPPA Daarul Qur’an dan BPKH yang menjadikan kampusnya sebagai mitra pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menilai pelatihan ini memberi manfaat besar bagi masyarakat sekaligus memperluas dakwah Al-Qur’an secara inklusif.














Tinggalkan Balasan