SOPPENG, Penarakyat.com – Salat Idul Fitri di Masjid Agung Darussalam, Watansoppeng, Sabtu, 21 Maret 2026, dipadati ribuan jamaah. Kawasan masjid tak cukup menampung. Jamaah meluber hingga lapangan dan jalan utama.

Di tengah suasana religius itu, pemerintah daerah menyisipkan pesan lain: laporan capaian.

Bupati Soppeng Suwardi Haseng berbicara di hadapan jamaah, tak hanya soal makna Idul Fitri, tetapi juga perkembangan daerah. Angka-angka disampaikan.

Indeks Pembangunan Manusia disebut naik menjadi 73,69. Pertumbuhan ekonomi bergerak ke 4,77 persen. Angka kemiskinan turun ke 6,65 persen.

“Pembangunan butuh kebersamaan,” kata Suwardi.

Sejumlah penghargaan turut disebut. Dari sektor pendidikan hingga kesehatan, termasuk penilaian integritas daerah.

Namun, ia juga mengakui tekanan fiskal masih membayangi. Tidak semua program berjalan tanpa hambatan.

Di sisi lain, khutbah yang disampaikan Musmuliadi mengingatkan soal nilai-nilai Ramadan—kembali ke fitrah, menjaga kepedulian, dan mempererat hubungan sosial.

Salat Id di Soppeng tahun ini tak hanya menjadi ruang ibadah. Ia juga menjadi panggung bagi pemerintah menyampaikan capaian—di tengah harapan yang tetap tinggi dari masyarakat.