MERAUKE – Arus logistik di wilayah Papua Selatan bersiap memasuki babak baru. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan peninjauan strategis di Pelabuhan Merauke guna mematangkan rencana pembangunan depo peti kemas di luar area pelabuhan. Langkah ini diambil untuk mengurai potensi penumpukan barang dan meningkatkan efisiensi layanan distribusi di gerbang ekonomi ujung timur Indonesia tersebut.

​Dalam kunjungan pada Jumat (6/3), perwakilan Bappenas, Adi Perdana, memantau langsung aktivitas dermaga didampingi otoritas pelabuhan, manajemen PT Pelindo Terminal Petikemas (TPK) Merauke, serta asosiasi logistik. Fokus utamanya adalah penyediaan lahan pendukung agar aktivitas bongkar muat tidak lagi “sesak” di dalam area pelabuhan utama.

​Kepala Kantor KSOP Kelas IV Merauke, Julivan Ch. L. Salindeho, menegaskan bahwa meski koordinasi antar-stakeholder sudah solid, keberadaan depo luar tetap menjadi kunci. “Upaya optimalisasi operasional sudah dilakukan bersama seluruh stakeholder kepelabuhanan. Namun, salah satu kebutuhan utama yang masih perlu diwujudkan adalah keberadaan depo peti kemas di luar area pelabuhan,” ujarnya.

Kolaborasi Strategis dan Pilihan Lokasi Depo

​Rencana ini mendapat dukungan penuh dari pelaku usaha. Ketua DPC ALFI/ILFA Merauke, Abi Bakri Alhamid, menilai depo luar sangat penting agar penanganan kontainer lebih fleksibel. Harapan serupa disampaikan Kepala PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Cabang Merauke, Puji Hermoko, yang menekankan pentingnya efisiensi pelayanan kapal. “Kami berharap rencana pengembangan fasilitas pendukung logistik ini dapat segera diwujudkan sehingga pelayanan kapal menjadi lebih efisien,” kata Puji.

​Saat ini, terdapat dua lokasi potensial yang tengah dikaji, yakni kawasan Pelabuhan Perikanan seluas 3,8 hektar dan lahan milik Pelindo seluas 1,7 hektar. Terminal Head TPK Merauke, Muhammad Rasul Irmadani, memastikan pihaknya berkomitmen penuh dalam peningkatan layanan. “TPK Merauke akan terus melakukan berbagai upaya peningkatan layanan, termasuk melalui penguatan peralatan operasional serta pengembangan infrastruktur,” pungkas Rasul.

​Hasil peninjauan ini akan dilaporkan ke pimpinan Bappenas sebagai bahan pertimbangan kebijakan pusat. Dengan sinergi pemerintah dan operator, penguatan logistik Papua Selatan diharapkan mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi kawasan yang lebih optimal.

Editor: Jumardi (penarakyat)

Sumber: Humas PT Pelindo Terminal Petikemas