SITUBONDO, Penarakyat.com – Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) milik Pemerintah Kabupaten Situbondo kini tersisa sangat terbatas setelah digunakan untuk penanganan bencana dan bantuan bagi warga terdampak.Hal tersebut disampaikan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat penyaluran bantuan sosial dari BTT bagi korban bencana di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, Senin (16/3/2026).

Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu mengatakan jumlah warga terdampak bencana di Situbondo mencapai ribuan orang. Namun, bantuan yang disalurkan saat ini diprioritaskan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

“Ini terdampak sekitar ribuan, tapi yang kita kasih bantuan itu yang ada kerusakan rumahnya dulu, belum bisa menjangkau semuanya,” kata Mas Rio.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah menggelontorkan anggaran lebih dari Rp6 miliar untuk membantu korban bencana. Akibatnya, sisa anggaran BTT yang dimiliki Pemkab Situbondo saat ini menjadi sangat terbatas.

“Masih untuk bantuan seperti ini saja sudah Rp6 sekian miliar yang kita keluarkan. Jadi BTT kita tinggal tipis sekali,” ujarnya.

Menurut Mas Rio, pemerintah daerah harus membagi penggunaan anggaran antara bantuan sosial bagi warga terdampak dan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana.

Karena itu, Pemkab Situbondo kini berupaya mencari tambahan dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, khususnya untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak.

“Kita sudah komunikasi dengan provinsi dan pusat. Paling tidak yang infrastruktur itu bisa ditambah bantuannya,” kata dia.

Ia menyebut sebelumnya pemerintah daerah juga telah menerima bantuan dari pemerintah provinsi berupa aspal, serta bantuan bronjong dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Seperti kemarin kita dapat aspal dari gubernur. Lalu juga ada bantuan bronjong dari BBWS. Itu upaya yang ada, tapi memang belum bisa menutup semuanya,” ujarnya.

Mas Rio menambahkan, kerusakan akibat banjir yang melanda Situbondo sebelumnya diperkirakan mencapai sekitar Rp165 miliar. Kerusakan tersebut mencakup sektor pertanian serta infrastruktur seperti jalan dan jembatan.

“Infrastruktur, jembatan saja ada 12 yang rusak. Jalan juga banyak. Total kerugian kemarin sekitar Rp165 miliar,” katanya.

Dalam program bantuan tersebut, pemerintah daerah menyalurkan bantuan hingga Rp10 juta bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Sementara warga dengan rumah rusak ringan hingga sedang menerima bantuan antara Rp1 juta hingga Rp5 juta.
<span;>Mas Rio juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan bantuan tersebut sesuai dengan kebutuhan.

“Harus digunakan sesuai kebutuhan. Dibuat belanja bahan bangunan misalnya, karena nanti akan kita kontrol dan kita cek. Masing-masing sudah ada klasifikasinya,” katanya.