WAJO, PenaRakyat.com – Pasar kripto global kembali bergejolak. Bitcoin (BTC) kini menjadi pusat perhatian investor setelah harganya menunjukkan tren penurunan dalam sepekan terakhir. Hingga Jumat, 20 Februari 2026, harga Bitcoin hari ini berada di kisaran US$66.541. Nilai ini menunjukkan penurunan sebesar 1,1% jika kita bandingkan dengan harga tujuh hari lalu.

​Analisis Teknis Harga Bitcoin

​Grafik harga mingguan memperlihatkan pola yang kurang menguntungkan. Sebelumnya, Bitcoin sempat terbang tinggi dan menyentuh angka di atas US$70.000 pada tanggal 15 Februari. Namun, aset ini gagal mempertahankan posisinya. Sejak saat itu, harga terus membentuk puncak yang lebih rendah (lower highs).

​Saat ini, Bitcoin sedang menguji level dukungan (support) psikologis pada angka US$66.000. Jika harga mampu memantul dari titik ini, BTC berpotensi naik kembali menuju US68.000. Sebaliknya, jika level ini jebol, harga mungkin akan merosot lebih jauh menuju area US64.000.

​Dampak Outflow ETF BlackRock

​Faktor utama yang menekan harga Bitcoin berasal dari investor institusi. Laporan pasar terbaru menunjukkan adanya arus keluar modal (outflow) yang besar dari Bitcoin Spot ETF di Amerika Serikat. Pada 19 Februari saja, terjadi penarikan dana bersih sebesar US$166 juta.

​Produk ETF IBIT milik BlackRock menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam aksi jual ini. Fenomena ini menandakan bahwa banyak investor besar sedang mengambil langkah hati-hati. Mereka cenderung mengamankan keuntungan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global saat ini.

​Kondisi Market Cap dan Likuiditas

​Salah seorang analisis crypto, Umar mengatakan, meski sedang terkoreksi, fundamental Bitcoin sebenarnya masih sangat kokoh. Kapitalisasi pasar Bitcoin tetap bertahan di angka fantastis, yaitu US$1,32 triliun. Selain itu, volume perdagangan harian mencapai US$39,2 miliar. Angka ini membuktikan bahwa minat transaksi di pasar kripto tetap tinggi.

​Investor juga perlu mencatat bahwa suplai Bitcoin semakin langka. Saat ini, sebanyak 20 juta BTC telah beredar di pasar. Artinya, hanya tersisa 1 juta koin lagi sebelum Bitcoin mencapai batas suplai maksimalnya sebanyak 21 juta koin. Kelangkaan inilah yang biasanya menjaga harga tetap stabil dalam jangka panjang.

​Disclaimer dan Tanggung Jawab Investasi

Seluruh materi dalam artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi semata. Kami tidak bermaksud memberikan saran investasi, ajakan beli, atau rekomendasi finansial apa pun. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan segala risiko yang menyertainya.

​Investasi pada aset kripto memiliki risiko fluktuasi harga yang sangat tinggi. Nilai investasi Anda bisa naik atau turun secara drastis dalam waktu singkat. Kami sangat menyarankan Anda untuk melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum melakukan transaksi apa pun di pasar kripto. Kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian finansial yang timbul akibat keputusan yang Anda ambil berdasarkan informasi dari artikel ini.