WAJO, PenaRakyat.com — Pasar kripto global kembali dikejutkan oleh tekanan jual yang masif pada awal Februari 2026, dengan Bitcoin sebagai pemimpin pasar yang menunjukkan tren penurunan cukup signifikan dalam jangka pendek hingga menengah. Berdasarkan data pantauan pasar terbaru, Bitcoin hari ini sedang berada dalam fase bearish yang cukup kuat, di mana performanya dalam tujuh hari terakhir telah merosot sebesar 12,22 persen. Tren negatif ini tampak semakin konsisten jika menilik data tiga puluh hari terakhir yang menunjukkan penurunan sebesar 23,83 persen, bahkan menembus angka 33,66 persen dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Kondisi teknikal saat ini memperlihatkan struktur harga yang membentuk pola lower high dan lower low, sebuah indikasi klasik bahwa momentum pasar masih sepenuhnya dikuasai oleh penjual. Meskipun sempat muncul upaya pemulihan atau rebound pada kisaran tanggal 6 hingga 7 Februari, namun harga Bitcoin hari ini gagal menembus level psikologis atas dan cenderung kembali melandai. Saat ini, harga BTC berada di level US$69.071,91 atau setara dengan kisaran Rp1,16 milyar, yang menandakan bahwa aset ini sedang berjuang keras untuk mempertahankan posisinya di tengah volatilitas yang tinggi.
Proyeksi Harga Bitcoin dan Level Support Kunci
Para analis kini menaruh perhatian besar pada level support terdekat di kisaran Rp1.147.656.244, sebab jika level ini tertembus ke bawah, potensi penurunan lebih lanjut bagi Bitcoin hari ini diprediksi akan terjadi dengan sangat cepat. Secara global dalam denominasi dolar AS, titik US65.000 menjadi batas psikologis paling krusial yang sempat diuji pada pertengahan minggu lalu sebelum akhirnya memantul kembali. Untuk menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah atau *reversal*, Bitcoin setidaknya harus mampu menembus kembali ke atas level Rp1.194.472.248 atau bertahan secara stabil di atas angka US71.000 dengan dukungan volume transaksi yang meningkat.
Salah seorang Analisis Crypto, Umar mengatakan, volume perdagangan 24 jam yang mencapai angka Rp812,18 triliun mencerminkan bahwa aktivitas pasar Bitcoin hari ini masih sangat tinggi meskipun didominasi oleh aksi jual. Di sisi lain, dominasi pasar Bitcoin yang mencapai 58,67 persen memberikan peringatan bagi para pemegang aset digital lainnya, karena penurunan harga BTC dalam kondisi dominasi yang tinggi biasanya akan menyeret pasar kripto secara keseluruhan ke zona merah yang lebih dalam.
“Walaupun secara fundamental kelangkaan tetap terjaga dengan sirkulasi suplai yang sudah mencapai 19,98 juta BTC, sentimen makro dan tekanan teknikal harian masih menjadi faktor dominan yang memaksa investor untuk lebih berhati-hati,” tandasnya.
Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Artikel ini disusun hanya untuk keperluan informasi dan edukasi, bukan merupakan saran keuangan atau ajakan untuk membeli dan menjual aset tertentu. Pastikan Anda melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.












Tinggalkan Balasan