WAJO, PenaRakyat.com – Menindaklanjuti Surat Edaran Kadisdikbud Kabupaten Wajo, UPTD SDN 313 Tua resmi memulai kegiatan Pesantren Kilat Ramadan 1447 H / 2026 M, Senin (23/02/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini mencuri perhatian karena mengusung kolaborasi lintas sektor antara satuan pendidikan dengan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Majauleng.

​Langkah ini diambil sebagai terobosan untuk mengoptimalkan pembinaan keagamaan siswa sejak dini, khususnya dalam kemampuan baca, tulis, dan hafalan Al-Qur’an.

Kolaborasi Strategis: Menjaring Potensi Qari Cilik di Satuan Pendidikan

​Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD SDN 313 Tua sekaligus Guru Agama Islam, Andi Amirul Waris, S.Pd.I., menegaskan bahwa sinergi dengan pihak luar sangat krusial. “Saya menyadari pembinaan keagamaan di sini tidak akan optimal jika hanya dilakukan sendiri, dengan kerja sama lintas sektor ini akan banyak hal yang bisa dilakukan demi untuk masa depan anak-anak kita,” jelasnya.

​Gayung bersambut, Fakhriana, S.Pd.I., selaku penyuluh agama Islam setempat, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari amanah tugas bimbingan keagamaan. “Menjadi tugas kami sebagai penyuluh untuk kerja sama lintas sektoral dalam melaksanakan bimbingan keagamaan, termasuk di satuan pendidikan,” ucapnya.

​Menariknya, pesantren kilat ini juga menghadirkan Sudirman, S.Fil.I., seorang pelatih tilawah nasional sekaligus dewan hakim MTQ. Kehadirannya bertujuan khusus untuk mencari bibit unggul dari kalangan murid. “Kami juga hadir di sini untuk melihat potensi anak-anak kita yang bisa dibina dan dilatih menjadi qari qari’ah,” terang Sudirman.

​Hasilnya pun nyata. Di hari pertama, sebanyak 12 murid berhasil terjaring melalui proses seleksi ketat. Mereka nantinya akan mendapatkan pembinaan dan pelatihan khusus menjadi qari-qari’ah cilik secara gratis.

​Selain pencarian bakat, materi mendalam mengenai fiqih dasar juga diberikan oleh Pengawas Guru Agama Islam, Tenri Esa, S.Ag., M.M. Dalam pemaparannya tentang thaharah (bersuci), ia menekankan bahwa pemahaman syariat yang benar adalah kunci sahnya ibadah. “Ibadah yang dilakukan tanpa proses bersuci yang baik dan benar sesuai syariat akan menghalangi sahnya ibadah,” tegas Tenri Esa. Ia juga menitipkan pesan penting mengenai penanaman karakter keagamaan yang moderat kepada murid sejak usia dini.

​Apresiasi juga datang dari Pengawas Sekolah, Firman, S.Pd., M.Pd. Melalui sambungan terpisah, ia menilai kerja sama dengan Kementerian Agama ini adalah langkah tepat menyambut masa depan. “Pelaksanaan pesantren kilat yang dikerjasamakan dengan penyuluh agama Islam Kementerian Agama ini akan semakin meningkatkan kompetensi kegamaan murid terutama dalam hal karakter sehingga generasi emas berkarakter 2045 lebih mudah untuk diwujudkan,” pungkasnya.

​Menutup pembukaan kegiatan, Andi Amirul Waris menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak, termasuk para guru yang berpartisipasi aktif meskipun agenda sekolah sangat padat.