WAJO, penarakyat.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Wajo memberikan perhatian serius terhadap kualitas nutrisi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Selasa (3/3/2026), para wakil rakyat menegaskan bahwa standar gizi yang diterima masyarakat harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikesampingkan.

​Ketua Komisi IV DPRD Wajo, A.D. Mayang, menekankan pentingnya kesesuaian antara porsi yang disajikan dengan besaran anggaran yang telah dialokasikan. Hal ini menjadi poin krusial agar tujuan utama program untuk meningkatkan status gizi masyarakat dapat tercapai secara optimal dan tepat sasaran.

​”Komisi IV juga menyatakan kesiapan melakukan peninjauan langsung ke dapur SPPG bersama dinas terkait guna memastikan standar operasional berjalan sesuai ketentuan, termasuk ketersediaan sampel menu harian sebagai bagian dari pengawasan kualitas,” tegas A.D. Mayang saat membacakan rekomendasi forum tersebut.

Deadline Satu Minggu untuk Legalitas dan Operasional

​Selain masalah kandungan gizi, DPRD Wajo juga menyoroti aspek manajemen lingkungan, terutama terkait pengelolaan limbah dapur agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Para penyelenggara atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta untuk lebih terbuka dan transparan dalam menjalankan operasional serta menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat.

​Sebagai bentuk ketegasan, Komisi IV memberikan tenggat waktu selama satu minggu bagi seluruh SPPG di Kabupaten Wajo untuk melengkapi dokumen administrasi dan perizinan operasional yang belum terpenuhi. Mekanisme sanksi bertahap siap diterapkan jika ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku setelah batas waktu tersebut berakhir.

​Merespons sorotan tersebut, pihak SPPG menyatakan komitmennya untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar menu dan tata kelola di lapangan. Sementara itu, Sekretaris Daerah Wajo, Armayani, berharap masukan dari DPRD dan publik ini dapat menjadi bahan perbaikan agar program MBG di Wajo semakin akuntabel dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.