BANGKOK, PenaRakyat.com – Ekosistem teknologi finansial (fintech) di kawasan Asia Pasifik (APAC) telah mencapai titik balik krusial. Berdasarkan laporan tahunan Future of Fintech in APAC yang dirilis Money20/20, industri keuangan di kawasan ini telah beralih dari fase eksperimen menuju skala produksi besar-besaran, didorong oleh adopsi Kecerdasan Buatan (AI) dan aset digital yang masif.
AI dan Kepercayaan Digital Jadi Fokus Utama
Laporan yang melibatkan lebih dari 130 pemimpin senior fintech ini mengungkapkan bahwa 61,2 persen organisasi di APAC telah mengadopsi AI atau machine learning dalam operasional mereka. Menariknya, seiring dengan makin cepatnya adopsi digital, prioritas utama para pemimpin industri kini bergeser ke arah pencegahan penipuan (fraud prevention) yang mencapai angka 63,5 persen.
Ian Fong, VP Konten di Money20/20 Asia, menegaskan dominasi kawasan ini. “APAC tidak lagi bereksperimen, tetapi mengeksekusi. Kawasan ini sedang membangun infrastruktur keuangan yang lebih cepat, aman, dan inklusif. Apa yang terjadi di sini akan memengaruhi masa depan uang secara global,” klaimnya dalam rilis resmi yang diterima PenaRakyat.com via Media OutReach Newswire.
Aset Digital dan Stablecoin Masuk Sistem Utama
Kemajuan regulasi di pusat keuangan seperti Singapura, Hong Kong, dan Jepang telah mendorong adopsi institusional terhadap stablecoin dan aset yang ditokenisasi. Aset digital kini tidak lagi hanya menjadi komoditas spekulasi, melainkan telah tertanam dalam aktivitas ekonomi riil, mulai dari pembayaran lintas batas hingga optimalisasi perbendaharaan perusahaan.
Inklusi Keuangan Lewat Pinjaman Digital
Laporan tersebut juga menyoroti peran vital fintech dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor UKM. Sebanyak 72,9 persen responden percaya bahwa solusi fintech yang disesuaikan untuk usaha kecil adalah kunci pertumbuhan ekonomi di APAC. Di pasar seperti Filipina dan Indonesia, pinjaman digital terbukti berhasil ketika mampu memberdayakan masyarakat melalui transparansi dan fleksibilitas.
Menjelang perhelatan Money20/20 Asia di Bangkok pada 21-23 April mendatang, laporan ini menjadi cetak biru bagi sistem keuangan masa depan yang menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan dampak sosial.
Editor : Jumardi (PenaRakyat.com)
Sumber : Media OutReach Newswire / Money20/20















Tinggalkan Balasan