Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

BONE, penarakyat.com — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LP2HI menyoroti Kepala Desa yang ada di Kabupaten Bone terkait penanganan corona virus disease (Covid) 19.

Kepada penarakyat.com, Ketua LSM LP2HI, A. Syamsul Alam menilai Kades di Kabupaten Bone masih kurang serius untuk menangani wabah Covid 19 di wilayahnya masing-masing.

“Keseriusan kades dalam penanganan wabah covid masih setengah-setengah dan tidak serius , terlihat di lapangan jika sarana dan prasarana penangan covid 19 masih sangat terbatas sekali,” kata Andi Syamsul Alam, Ahad (07/06/2020).

Selain itu, kata Dia, ada kesan sengaja mengulur-ngulur waktu dalam penggunaan anggaran covid 19 yang seharusnya dianggarkan 30 hingga 70 persen dari dana desa yang disalurkan oleh Pemerintah pusat untuk penanganan wabah covid 19, yang nilainya rata-rata perdesa Rp1,4 milyar perdesa.

“Pengadaan sarana dan prasaran penanganan covid itu diduga masih sangat dibatasi yang tidak sesuai dengan besaran anggaran yang seharusnya dipakai dalam penanganan wabah tersebut,” jelasnya

A.Syamsul Alam menambahkan , pengadaan sarana prasarana penanggulangan covid itu ,seperti masker, handstanitiser, dan Alat pelindung diri ( APD) )  dari rekanan diduga kurang jelas keabsahan perusahaannya sebagai rekanan dalam kerja sama pengadaan tersebut, sehingga bisa saja menimbulkan kesan penggunaan anggaran yang tidak tepat, berdasarkan aturan dan petunjuk tekhnis pengadaan barang yang bisa mempengaruhi kesalahan dalam pertanggung jawaban kedepannya.

” Kami hanya berharap dan menyarankan bagi semua kades di Bone agar lebih serius dalam penanganan covid tersebut dengan betul-betul memperhatikan penggunaan anggaran yang tepat sehingga menghindarkan mereka berurusan dengan hukum,akibat kesalahan penggunaan anggaran,” tegasnya.

Ketua Apdesi Kabupaten Bone, Andi Mappakaya Amier, menanggapi sorotan tersebut mengatakan anggaran tiap desa dalam penanganan covid 19 berbeda-beda. Dia berharap para Kepala Desa serius dalam penganan covid 19, karena menurutnya dirinya baru mendengar kalau kepala desa dinilai tidak serius mengangani wabah global tersebut.

“Kalau mengenai tudingan itu, kami tidak bisa mengatakan apa-apa, karena kami yakin NGO niatnya baik. Dalam menangani wabah ini butuh kerjasama semua sektor,” tandasnya. (Arung Albuhari)