JAKARTA, PenaRakyat.com – Menteri Ketenagakerjaan menemukan masih ada pengemudi bus yang hanya beristirahat sekitar dua jam sebelum bertugas saat meninjau Posko Peduli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Mudik Aman di .

Temuan tersebut muncul ketika Menaker memantau langsung pemeriksaan kesehatan awak angkutan umum yang dilakukan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Pemeriksaan itu bertujuan memastikan pengemudi dan kernet berada dalam kondisi sehat, bugar, serta siap bekerja melayani masyarakat selama perjalanan mudik.

Menaker menegaskan keselamatan perjalanan tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan dan infrastruktur jalan, tetapi juga oleh kesiapan fisik serta kewaspadaan para pengemudi.

“Program pengujian K3 bagi awak angkutan umum ini merupakan program terbaru dari Kemnaker dan ini sangat penting. Kita tau pada masa mudik beban kerja pengemudi cukup berat. Dengan adanya pengujian K3 bagi awak angkutan ini, kami mengharapkan pengemudi yang berada dalam kondisi fit akan lebih waspada dalam menjalankan tugasnya,” kata Yassierli.

Program pemeriksaan awak angkutan ini merupakan kolaborasi antara , , serta sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif, mulai dari pengecekan kesehatan, wawancara kondisi kerja, hingga pengujian berbasis komputer untuk mengukur kesiapan kerja pengemudi, termasuk waktu reaksi saat berkendara.

Kegiatan ini dilaksanakan di enam wilayah pemantauan mudik, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Samarinda, Medan, dan Makassar.

Pengemudi Kurang Istirahat Jadi Catatan

Dalam peninjauan tersebut, Yassierli menemukan masih ada pengemudi yang waktu istirahatnya belum memadai sebelum bertugas mengemudikan kendaraan.

“Tadi saya lihat ada pengemudi yang akan membawa bus tetapi baru beristirahat sekitar dua jam. Ada juga yang tekanan darahnya cukup tinggi. Pemeriksaan ini dapat menjadi masukan bagi pengemudi dan perusahaan angkutan. Jika istirahatnya kurang, maka harus diminta beristirahat terlebih dahulu atau diganti dengan pengemudi cadangan,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini berlangsung aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat.

Menurutnya, pengemudi tidak boleh dipaksakan bekerja ketika kondisi tubuh tidak dalam keadaan fit.

“Kita harus pastikan pengemudi memiliki kesehatan yang prima serta istirahat yang cukup. Jangan sampai pengemudi dipaksakan bekerja saat kondisi tubuh tidak fit, karena keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya adalah yang utama,” jelasnya.

Program Posko Peduli K3 Mudik Aman juga mendapat dukungan dari para pengemudi.

Salah satu pengemudi bus, Saktiawan (43), menilai pemeriksaan kesehatan tersebut sangat membantu memastikan awak angkutan yang melayani masyarakat benar-benar siap bertugas.

“Sebaiknya sering diadakan. Ini sangat bermanfaat. Kami sebagai pengemudi yang melayani masyarakat, khususnya bus umum yang membawa banyak penumpang, wajib dalam kondisi sehat agar bisa memberikan keselamatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Saktiawan menambahkan dirinya telah mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan di posko tersebut dan hasilnya menunjukkan ia dalam kondisi siap untuk mengemudikan bus.