Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia kembali menengok satu momentum penting dalam sejarah kebangsaan, yakni Hari Lahir Pancasila. Pada tanggal itulah tahun 1945, Ir. Soekarno menyampaikan gagasan dasar negara yang kemudian menjadi fondasi berdirinya Republik Indonesia. Di tengah sidang BPUPKI, lahirlah sebuah konsensus besar yang mampu menyatukan keberagaman suku, agama, budaya, dan golongan ke dalam satu cita-cita bersama bernama Indonesia.

Oleh: Sultan Tajang

(Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Fraksi Partai Gerindra)

Pancasila bukan hanya hasil pemikiran politik, melainkan kristalisasi nilai-nilai luhur yang hidup dalam peradaban bangsa Indonesia. Karena itu, memperingati Hari Lahir Pancasila sesungguhnya berarti menghidupkan kembali semangat para pendiri bangsa dalam menjaga persatuan dan memperjuangkan masa depan Indonesia.

Indonesia Emas 2045 dan Tantangan yang Harus Dihadapi

Momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi semakin penting karena Indonesia sedang menatap visi besar Indonesia Emas 2045. Tahun tersebut akan menjadi penanda satu abad kemerdekaan Indonesia.

Indonesia tidak hanya bercita-cita menjadi negara maju secara ekonomi, tetapi juga menjadi bangsa yang unggul dalam kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, pendidikan, kesehatan, dan peradaban demokrasi. Indonesia Emas bukan sekadar target pertumbuhan ekonomi, melainkan impian kolektif untuk menghadirkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Optimisme menuju Indonesia Emas memiliki dasar yang kuat. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2024 mencapai 75,02 atau berada dalam kategori tinggi. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada level 74,39.

Meski demikian, berbagai tantangan masih membayangi perjalanan menuju Indonesia Emas. Kesenjangan sosial, kemiskinan, korupsi, polarisasi politik, rendahnya kualitas sebagian pendidikan, hingga ancaman disinformasi di ruang digital masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

Pancasila Tetap Relevan di Era Modern

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Pancasila tetap menjadi pedoman utama dalam pembangunan bangsa. Pancasila bukan sekadar dasar negara yang tersimpan dalam konstitusi, melainkan spirit yang mengarahkan perjalanan Indonesia menuju masa depan.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan pentingnya moralitas dalam kehidupan publik. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menegaskan bahwa pembangunan harus berorientasi pada martabat manusia. Sila Persatuan Indonesia menjadi perekat kebangsaan di tengah keberagaman. Sementara itu, sila Kerakyatan dan Keadilan Sosial menjadi landasan dalam mewujudkan demokrasi yang sehat serta kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Indonesia Emas tidak akan tercapai apabila pembangunan hanya berorientasi pada angka-angka ekonomi tanpa memperhatikan nilai kemanusiaan. Kemajuan teknologi tanpa moralitas dapat melahirkan krisis etika. Pertumbuhan ekonomi tanpa keadilan sosial dapat memperlebar kesenjangan. Demokrasi tanpa persatuan berpotensi melahirkan konflik berkepanjangan.

Pesan Presiden Prabowo tentang Pentingnya Pancasila

Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025 menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya menjadi slogan atau mantra politik semata. Menurutnya, Pancasila harus menjadi pedoman hidup bangsa dan fondasi utama dalam membangun masa depan Indonesia.

Presiden juga menekankan bahwa persatuan dalam keberagaman merupakan kekuatan terbesar bangsa Indonesia dan menjadi modal utama menuju Indonesia Raya serta Indonesia Emas. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan rakyat, melindungi kekayaan negara, serta menjauhkan praktik korupsi yang merugikan kepentingan bangsa.

Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen masyarakat bahwa Indonesia Emas tidak akan lahir hanya karena bonus demografi atau melimpahnya sumber daya alam. Indonesia Emas hanya dapat diwujudkan apabila seluruh komponen bangsa memiliki integritas, semangat gotong royong, serta kesediaan menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Menjaga Asa Indonesia Emas Melalui Pengamalan Pancasila

Hari Lahir Pancasila bukan sekadar perayaan historis, melainkan momentum untuk menjaga asa tentang Indonesia yang lebih maju, lebih adil, lebih berdaulat, dan lebih bermartabat.

Para pendiri bangsa telah mewariskan Pancasila sebagai fondasi kokoh yang mampu menyatukan bangsa ini melewati berbagai krisis dan tantangan sejarah. Kini, tugas generasi masa kini adalah memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam tindakan nyata sehingga cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak berhenti sebagai impian, tetapi benar-benar menjadi kenyataan yang dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Menjaga Pancasila berarti menjaga masa depan Indonesia. Menjaga persatuan berarti menjaga harapan bangsa. Dan menjaga asa Indonesia Emas berarti memastikan bahwa setiap langkah pembangunan selalu berpijak pada nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendiri republik ini. (*)