WAJO, PenaRakyat.com – Polres Wajo mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan menjelang arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Melalui Operasi Ketupat Wajo 2026, aparat kepolisian meningkatkan pengamanan untuk mencegah aksi premanisme hingga balap liar yang kerap muncul saat momentum libur Lebaran.
Kesiapan pengamanan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 yang digelar di Lapangan Upacara Mapolres Wajo, Kamis (12/3/2026) sore.
Apel yang mengusung tema “Mudik Aman Keluarga Bahagia” itu dipimpin langsung Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho dan dihadiri Bupati Wajo Andi Rosman, Kasdim Kodim 1406/Wajo Mayor Inf. Askar, anggota DPRD Wajo Amshar A. Timbang, para pejabat utama Polres Wajo, para Kapolsek jajaran, serta perwakilan Jasa Raharja.
Personel gabungan dari berbagai instansi mengikuti apel tersebut. Mereka berasal dari satu peleton Kodim 1406/Wajo, gabungan personel Satreskrim, Satintelkam, dan Satresnarkoba Polres Wajo, staf Polres Wajo, Bhabinkamtibmas, Satlantas Polres Wajo, Satpol PP Kabupaten Wajo, Dinas Perhubungan, Damkar dan Penyelamatan, Senkom, hingga tim kesehatan dari Puskesmas Tempe.
Dalam rangkaian kegiatan itu juga dilakukan penyematan pita dan pin keselamatan kepada perwakilan personel dari TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan sebagai tanda dimulainya Operasi Ketupat 2026.
Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho mengatakan apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana sebelum operasi pengamanan Idul Fitri dilaksanakan.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen dan sinergitas lintas sektor dalam menyukseskan Operasi Ketupat 2026,” kata Rosid Ridho.
Fokus Pengamanan Jalur Mudik dan Titik Rawan
Kapolres menegaskan pengamanan difokuskan pada jalur mudik, objek vital, tempat ibadah, serta pusat keramaian masyarakat selama libur Lebaran.
Kapolres juga meminta seluruh personel mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas seperti kejahatan konvensional, aksi premanisme, balap liar hingga konflik kelompok yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik.
“Selain itu, personel juga diminta mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat melalui patroli dan layanan Kepolisian 110,” ujarnya.
Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan TNI, Polri, serta instansi terkait di seluruh Indonesia.
Operasi tersebut juga didukung 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu untuk memberikan pelayanan serta pengamanan kepada masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Dukungan terhadap pengamanan mudik juga datang dari DPRD Kabupaten Wajo. Ketua Komisi I DPRD Wajo, Amshar A. Timbang, menghadiri langsung apel gelar pasukan tersebut sebagai bentuk dukungan legislatif terhadap upaya menjaga keamanan masyarakat.
“Kami dari DPRD Wajo sangat mengapresiasi kesiapan jajaran Polres Wajo dan TNI. Fokus utama kita adalah keselamatan warga, kelancaran arus lalu lintas, dan stabilitas keamanan di titik-titik keramaian,” ujar Amshar di sela kegiatan.
Ia berharap sinergi lintas instansi yang telah dibangun dapat memastikan masyarakat menjalankan ibadah puasa serta merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.














Tinggalkan Balasan