SITUBONDO, Penarakyat.com  — Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo mendampingi kunjungan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin, dalam peninjauan lokasi rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di wilayah Situbondo, Rabu (3/6/2026).
Peninjauan dilakukan di Petak 46 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kendit, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Panarukan. Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Komandan Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan.

Peninjauan dilakukan di Petak 46 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kendit, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Panarukan. Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Komandan Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan berbasis kewilayahan yang terintegrasi dengan program pembangunan nasional.

Dalam keterangannya, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan bahwa pembangunan Yon TP tidak hanya berfungsi untuk kepentingan pertahanan, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan daerah.

“Batalyon Teritorial Pembangunan ini diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan wilayah. Selain memperkuat ketahanan teritorial, juga akan mendukung program ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan produktif serta pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan secara terintegrasi,” ujarnya.

Menurut Rudy, keberadaan Yon TP juga diyakini mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar, mulai dari pembukaan lapangan kerja hingga peningkatan produktivitas ekonomi lokal.

Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan tersebut. Ia menilai program ini sejalan dengan upaya optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan secara produktif dan berkelanjutan.

“Perhutani mendukung program pemerintah yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan kepentingan nasional. Pembangunan Yon TP ini diharapkan menciptakan sinergi antara aspek pertahanan, pengelolaan hutan, serta penguatan ketahanan pangan,” kata Misbakhul.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor akan menjadi kunci agar kawasan hutan tidak hanya berfungsi sebagai ruang konservasi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

Peninjauan lokasi berlangsung lancar dengan agenda observasi lapangan serta pembahasan teknis terkait kesiapan lahan dan potensi pengembangan kawasan. Sejumlah pihak yang hadir juga menyoroti peluang integrasi fungsi pertahanan dengan penguatan sektor pangan berbasis sumber daya lokal.

Melalui pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan di Situbondo, pemerintah berharap tercipta model pembangunan teritorial modern yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.