SITUBONDO,Penarakyat.com — Di antara rimbunnya kebun buah Sampean Green Farm (SGF), Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, terdapat satu pohon alpukat yang kini memiliki cerita tersendiri. Pohon itu oleh para pengunjung diberi nama “Pohon Mbak Una”, merujuk pada istri Bupati Situbondo, Husna Laili.

Pohon alpukat jenis Aligator tersebut menjadi perhatian saat Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo bersama Mbak Una mengunjungi agrowisata SGF,. Buahnya besar, memanjang, dan kerap menjadi spot favorit pengunjung untuk berfoto maupun memetik langsung.

Suherman, perwakilan pengelola SGF, mengatakan penamaan “Pohon Mbak Una” muncul secara spontan dari para pengunjung. Jumat (2/1/2026).

“Ini alpukat jenis Aligator. Karena buahnya besar dan menarik, pengunjung kemarin menjulukinya Pohon Mbak Una. Kebetulan hari ini beliau datang,” ujar Suherman.

Saat berkunjung, Mbak Una diajak langsung menuju pohon tersebut dan memetik buah alpukat dari dahan yang cukup rendah. Momen sederhana itu disambut antusias oleh pengunjung yang kebetulan berada di lokasi.

Meski namanya diabadikan di salah satu sudut kebun, Mbak Una mengaku hal itu bukanlah hal utama baginya. Ia justru mengapresiasi upaya pengelola SGF yang berhasil menghidupkan kembali lahan yang sebelumnya tidak produktif.

“Saya berterima kasih bukan karena ada pohon dengan nama saya, tetapi karena kebun ini telah mengubah lahan tidak produktif menjadi lokasi wisata baru yang bermanfaat dan ramai dikunjungi masyarakat,” kata Mbak Una.

Sampean Green Farm sendiri dikenal sebagai agrowisata yang mengusung konsep petik buah langsung dari kebun, tanpa tiket masuk dan tanpa biaya parkir. Selain alpukat, kebun ini juga ditanami melon, durian, serta berbagai jenis buah lainnya.

Keberadaan “Pohon Mbak Una” kini menjadi cerita tersendiri bagi pengunjung. Bukan sekadar soal nama, tetapi simbol dari dukungan terhadap gerakan pertanian kreatif dan wisata berbasis masyarakat yang tengah tumbuh di Situbondo