Makassar, PenaRakyat.com – Polda Sulawesi Selatan menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penanaman jagung di lahan seluas 1.803,62 hektare pada kuartal pertama 2026.

Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan swasembada pangan nasional, khususnya pada komoditas jagung.

Penanaman Jagung Dilakukan di 23 Polres

Penanaman jagung berlangsung sejak Januari hingga Maret 2026 dan tersebar di 23 Polres jajaran Polda Sulsel di atas lahan binaan Polri.

Sebanyak 2.286 personel polisi penggerak diterjunkan untuk mengawasi penanaman di 2.535 titik. Program ini juga melibatkan 1.767 kelompok tani dan 15.751 petani.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian.

Produksi Jagung 2025 Tembus 10 Ribu Ton

Pada 2025, Polda Sulsel mencatat produksi jagung mencapai 10.067.397,01 kilogram atau setara 10.067,398 ton, dengan capaian 81,5 persen dari total potensi lahan binaan Polri.

Capaian tersebut menjadi indikator bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan telah memberikan hasil, meskipun masih memiliki ruang untuk ditingkatkan.

Target 4.850 Hektare hingga Akhir 2026

Karo SDM Polda Sulsel, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, menyampaikan bahwa target lahan binaan pada 2026 mencapai 4.850 hektare.

Hingga kuartal pertama, realisasi penanaman telah mencapai 1.803,62 hektare, dan sisanya akan dituntaskan secara bertahap hingga kuartal keempat.

“Kami Polda Sulsel berkomitmen dan mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan swasembada jagung. Seluruh gugus tugas di polres telah diarahkan untuk mencapai target hingga akhir 2026,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menanam jagung sebagai bentuk dukungan menuju Indonesia Emas 2045 dan lumbung pangan dunia,” tutupnya.