ENREKANG, Penarakyat.com – Polres Enrekang menjadi pelaksana Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Enrekang Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Apel Kantor Bupati Enrekang, Selasa (2/6/2026).
Bertindak selaku Inspektur Upacara, Wakapolres Enrekang Kompol Ali Maksum, S.Sos., M.M., mewakili Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. Sementara itu, AKP Abd. Samad, S.H., M.H., dipercaya sebagai Perwira Upacara dan Ipda Muhammad Asrian Jaya Tahir, S.H., bertugas sebagai Komandan Upacara.
Upacara diikuti oleh berbagai unsur, terdiri atas satu peleton personel TNI Kodim 1419 Enrekang, dua peleton personel Polres Enrekang yang meliputi satu peleton bersenjata dan satu peleton gabungan fungsi Intelkam serta Reserse. Selain itu, turut hadir masing-masing satu peleton dari BPBD Kabupaten Enrekang, Satpol PP, Dinas Perhubungan, instansi pemerintah daerah, mahasiswa, hingga pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada Inspektur Upacara, laporan Komandan Upacara, pengibaran Bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, amanat Inspektur Upacara, pembacaan doa, hingga penghormatan akhir sebelum upacara ditutup.
Pada kesempatan tersebut, Inspektur Upacara membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”
Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum reflektif untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Disampaikan pula bahwa Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Di tengah dinamika global yang terus berkembang dan penuh ketidakpastian, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang majemuk, dengan keberagaman suku, budaya, agama, dan bahasa yang dipersatukan dalam satu identitas kebangsaan.
Lebih lanjut, amanat tersebut menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai-nilai Pancasila juga menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, sekaligus menjadi instrumen diplomasi dalam menjembatani berbagai perbedaan dan mendorong penyelesaian konflik secara damai.
Selain itu, Kepala BPIP mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, agar menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar simbol atau teks yang dihafalkan. Nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam sikap toleransi, gotong royong, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama.
Amanat tersebut juga menekankan pentingnya setiap kebijakan publik berorientasi pada keadilan sosial serta berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. Seluruh komponen bangsa diajak untuk bersama-sama menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, serta tindakan yang berpotensi mengancam persatuan nasional.
Pelaksanaan upacara berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kebangsaan. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam satu barisan menjadi gambaran nyata semangat persatuan yang selama ini menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia.
Usai pelaksanaan upacara, Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Wakapolres Enrekang Kompol Ali Maksum, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan, serta meningkatkan sinergi seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah dan bangsa.
“Pancasila adalah fondasi yang mempersatukan bangsa Indonesia di tengah keberagaman. Semangat ini harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” ujarnya.Saya juga menguatkan judul agar lebih bernilai berita (news value) dengan menonjolkan peran Polres dan pesan persatuan. (P.Nunu)













Tinggalkan Balasan