WAJO, Penarakyat.com – Infrastruktur jalan masih menjadi “nadi” utama aspirasi masyarakat di wilayah Dapil V Kabupaten Wajo. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 Kecamatan Sajoanging yang digelar Rabu (18/2/2026), sektor ini resmi menjadi sorotan utama.
Dua legislator vokal dari Komisi II DPRD Wajo, Asri Jaya A. Latief dan Andi Muliadi, hadir langsung untuk memastikan suara konstituen dari Sajoanging, Penrang, Takkalalla, dan Bola tidak hanya berakhir di atas kertas.
Anggaran Rp18 Miliar untuk Jalan Kabupaten
Anggota DPRD Wajo dari Fraksi Demokrat, Asri Jaya A. Latief, membawa kabar segar bagi warga. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2026, alokasi dana signifikan telah disiapkan untuk membenahi aksesibilitas di wilayah tersebut.
“Insya Allah program kegiatan strategis, khususnya infrastruktur jalan kabupaten di Sajoanging, akan kita tuntaskan secara bertahap selama periode kepemimpinan Ar-Rahman. Tahun 2026 ini, total anggaran yang teralokasi di Sajoanging sekitar Rp18 miliar, yang difokuskan pada pembangunan jalan kabupaten dan Jalan Usaha Tani di Salobulo,” tegas Asri Jaya.
Pria yang dikenal dekat dengan masyarakat ini juga menambahkan bahwa sinergi antara legislatif dan eksekutif (Bupati dan Wakil Bupati Wajo) tetap solid. Sebagai partai pengusung, pihaknya berkomitmen mengawal visi-misi pemerintah daerah hingga tuntas selama lima tahun masa jabatan.
Konektivitas Provinsi: Ruas Solo – Kolampu Segera Dikerjakan
Tak hanya jalan kabupaten, akses penghubung antarwilayah juga mendapat perhatian serius. Asri Jaya menginformasikan bahwa perbaikan Jalan Provinsi ruas Solo – Kolampu dijadwalkan mulai dikerjakan pada tahun 2026.
“Kami juga berterima kasih kepada Gubernur Sulawesi Selatan serta anggota DPRD Sulsel perwakilan Dapil Soppeng – Wajo atas perhatian terhadap perbaikan jalan provinsi tersebut,” ucapnya mengapresiasi kolaborasi lintas level pemerintahan.
Bukan Sekadar Seremonial, Usulan Harus Berbasis Data
Senada dengan kolega dapilnya, Andi Muliadi menekankan bahwa Musrenbang kali ini harus menjadi titik tolak pembangunan yang nyata, bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia meminta setiap usulan masyarakat disusun berdasarkan kebutuhan mendesak dan data yang akurat.
“Sebagai wakil rakyat dari Dapil V, kami hadir untuk mendengar langsung dan mengawal setiap usulan masyarakat agar tidak berhenti di forum ini saja, tetapi benar-benar diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD,” ujar Andi Muliadi.
Meski jalan menjadi prioritas, Andi Muliadi mengingatkan bahwa sektor fundamental lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi warga tidak boleh dikesampingkan dalam pengawalan anggaran mendatang.
Pesan Bupati Wajo: Susun Rencana Realistis
Acara yang dipimpin Camat Sajoanging, Agus Syam, ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Wajo Andi Rosman dan Wakil Bupati Wajo Baso Rahmanuddin beserta jajaran Kepala OPD. Dalam arahannya, Bupati Wajo meminta agar usulan pembangunan tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.
“Seluruh usulan yang masuk disusun secara terukur dan realistis, sehingga dapat diselaraskan dengan kemampuan fiskal daerah,” pesan Bupati sembari mengapresiasi partisipasi aktif DPRD dalam mengawal aspirasi warga.
Dengan komitmen kuat dari para legislator Dapil V dan dukungan anggaran yang mencapai belasan miliar rupiah, Musrenbang Sajoanging 2027 diharapkan menjadi kunci transformasi infrastruktur di wilayah timur Kabupaten Wajo.













Tinggalkan Balasan