Bandung, PenaRakyat.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menilai pengalaman kerja menjadi salah satu tantangan utama bagi lulusan baru saat memasuki dunia kerja. Banyak lowongan pekerjaan mensyaratkan pengalaman, sementara sebagian besar lulusan diploma maupun sarjana belum memilikinya.
Program Pemagangan Nasional melalui platform MagangHub hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut dengan memberikan pengalaman kerja nyata bagi para peserta.
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menegaskan program pemagangan menjadi langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sekaligus pengalaman kerja yang dibutuhkan dunia usaha dan industri.
“Program pemagangan nasional menjadi salah satu cara efektif untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap kerja. Dunia usaha dan industri juga menyambut program ini dengan sangat antusias,” kata Cris saat meninjau pelaksanaan Program Pemagangan Nasional di Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung.
Menurutnya, pengalaman kerja kerap menjadi kendala bagi lulusan baru ketika melamar pekerjaan. Tidak sedikit perusahaan yang mencantumkan syarat pengalaman dalam informasi lowongan kerja.
“Dalam banyak informasi lowongan kerja, sering kali dicantumkan syarat memiliki pengalaman. Sementara lulusan diploma atau sarjana yang baru menyelesaikan studi umumnya belum punya pengalaman kerja. Karena itu, program pemagangan selama enam bulan ini penting karena memberi mereka pengalaman nyata yang bisa dicantumkan dalam CV,” ujarnya.
Pemagangan Beri Bekal Keterampilan dan Peluang Kerja
Cris menjelaskan Program Pemagangan Nasional yang saat ini berjalan diperkirakan selesai pada April hingga Juni 2026. Setelah itu, Kemnaker akan kembali membuka program MagangHub dengan cakupan yang lebih luas agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan magang.
“Kami akan membuka kembali program pemagangan nasional dengan skala yang lebih luas agar semakin banyak masyarakat memperoleh pengalaman kerja dan keterampilan,” katanya.
Kemnaker juga berencana memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi serta balai pelatihan vokasi dan produktivitas untuk meningkatkan efektivitas program pemagangan di masa mendatang.
Dalam kunjungan tersebut, Cris disambut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, bersama Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin, Fajar Nur Cahyono.
Fajar menilai program pemagangan yang digagas Kemnaker memberikan dampak positif bagi proses pembinaan warga binaan di lembaga pemasyarakatan.
“Program ini sangat membantu kegiatan pembinaan di pemasyarakatan sekaligus membuka peluang bagi warga binaan untuk memiliki keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Cris juga berdialog langsung dengan peserta MagangHub. Salah satunya Anggi dari Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung yang mengikuti program pemagangan di sektor peternakan.
Anggi mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti program tersebut. Ia mengaku sebelumnya memiliki gambaran berbeda tentang aktivitas di lembaga pemasyarakatan.
“Awalnya saya kira di dalam lapas para warga binaan hanya dikurung saja. Ternyata banyak kegiatan pembinaan, antara lain peternakan, pertanian, pramuka, dan konveksi,” katanya.
Ia juga menunjukkan jersey hasil pelatihan konveksi yang diproduksi warga binaan. Produk tersebut bahkan telah dipasarkan secara daring melalui marketplace.
Program pemagangan di lapas tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan tidak hanya memberi pengalaman belajar, tetapi juga membuka peluang usaha produktif bagi para peserta.










Tinggalkan Balasan