​WAJO, penarakyat.com – Momentum demokrasi di Kabupaten Wajo terbukti berjalan kondusif tanpa riak konflik yang berarti. Keberhasilan ini tidak lepas dari “tangan dingin” kolaborasi antara Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Kepolisian Resor (Polres) Wajo.

​Guna mempererat ikatan tersebut, jajaran Komisioner Bawaslu Wajo menggelar audiensi khusus dengan Kapolres Wajo pada Senin pagi (26/1/2026). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kapolres ini menjadi ajang refleksi sekaligus penyusunan strategi penguatan demokrasi ke depan.

​Ketua Bawaslu Wajo, Andi Hasnadi, secara terbuka menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polres Wajo.

Menurutnya, kerja keras kepolisian dalam mengawal pengamanan adalah fondasi utama bagi Bawaslu dalam menjalankan fungsi pengawasan secara optimal.

​”Stabilitas keamanan adalah kunci. Kami berterima kasih atas dukungan luar biasa Polres Wajo selama tahapan Pemilu dan Pilkada 2024. Sinergi ini membuat tugas pengawasan kami berjalan tanpa hambatan berarti,” ujar Andi Hasnadi dalam suasana yang penuh keakraban.

​Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Rosid Ridho, menyambut hangat kehadiran tim Bawaslu. Ia menegaskan bahwa kekuatan utama dalam mengawal demokrasi adalah kebersamaan antarlembaga.

​Menariknya, Kapolres memberikan catatan penting terkait partisipasi politik. Ia mendorong penyelenggara pemilu untuk lebih masif melakukan sosialisasi aturan kepada masyarakat luas.

​”Kalau masyarakat paham aturan, mereka tidak lagi sekadar menjadi objek pemilu, tapi aktif menjadi subjek yang ikut mengawasi. Ini adalah langkah preventif terbaik agar konflik bisa ditekan sejak dini,” tegas AKBP Muhammad Rosid Ridho.

​Ia juga mensyukuri predikat Wajo sebagai daerah kondusif, yang dibuktikan dengan nihilnya konflik horizontal pasca-rekapitulasi suara.

​Di sisi lain, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Wajo, Faurizah, menyoroti pentingnya peran Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu). Ia menilai keharmonisan antara Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan adalah harga mati dalam menangani pelanggaran pemilu secara profesional.

​”Harmonisasi di Gakkumdu bukan sekadar koordinasi formal, tapi pijakan penting untuk memastikan setiap sengketa dan pelanggaran ditangani secara objektif dan transparan,” tambah Faurizah.

​Pertemuan strategis ini juga dihadiri oleh Kasat Reskrim, Kanit Tipikor Polres Wajo, serta jajaran Sekretariat Bawaslu Wajo, yang semakin mempertegas komitmen kedua lembaga untuk terus menjaga Bumi Lamadukkelleng tetap damai dalam setiap ajang kontestasi politik.