SITUBONDO, Penarakyat.com – Pemerintah Kabupaten Situbondo resmi menaikkan status bencana banjir dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem menjadi tanggap darurat. Keputusan tersebut diambil setelah dampak bencana dinilai semakin meluas dan membahayakan keselamatan warga.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio), mengatakan peningkatan status tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima laporan adanya warga yang hilang akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah.
“Saya kira ini sudah levelnya harus kita naikkan ke tanggap darurat, karena sudah membahayakan. Dilaporkan ada dua orang di dua desa berbeda yang hilang,” kata Bupati yang akrab disapa Mas Rio, saat meninjau lokasi banjir di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Minggu (8/3/2026).
Mas Rio menjelaskan, banjir yang terjadi pada Sabtu (7/3/2026) malam memiliki dampak yang jauh lebih besar dibandingkan peristiwa serupa yang terjadi pada 21 Januari 2026 lalu. Debit air yang deras disertai angin kencang menyebabkan banyak pohon tumbang serta merusak sejumlah bangunan warga.
“Lebih besar daripada yang tanggal 21 Januari. Arusnya lebih deras, banyak pohon tumbang, banyak rumah dan pagar yang hancur. Ini saya habis keliling melihat langsung kondisi di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Timbul Harjanto, mengatakan banjir dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Situbondo dalam waktu cukup lama.
Akibatnya, sejumlah sungai meluap dan menyebabkan genangan serta arus banjir di berbagai daerah. Menurut Timbul, bencana tersebut tercatat melanda sedikitnya delapan kecamatan, yakni Kecamatan Banyuglugur, Besuki, Jatibanteng, Mlandingan, Bungatan, Kendit, Situbondo, dan Suboh.
“Wilayah terdampak tersebar di delapan kecamatan, mulai dari Banyuglugur hingga Suboh,” kata Timbul.
Pemerintah Kabupaten Situbondo bersama tim gabungan juga bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Bantuan logistik telah disalurkan kepada warga terdampak, sementara dapur umum didirikan untuk memenuhi kebutuhan makanan para korban.
“Untuk konsumsi juga dibantu SPPG wilayah barat. Bantuan dari TRC BPBD Jawa Timur juga sudah disalurkan mulai tadi malam,” ujarnya.
Selain menyalurkan bantuan, petugas dari BPBD bersama relawan dan aparat terkait juga melakukan pendataan warga terdampak serta mengevakuasi warga yang membutuhkan penanganan medis atau tempat yang lebih aman.
“Kami juga melakukan asesmen terhadap warga terdampak, kemudian mengevakuasi warga bila ada yang sakit atau membutuhkan penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.













Tinggalkan Balasan