SIDRAP, Penarakyat.com — Upaya petani memanfaatkan lahan kosong dengan menanam tembakau mendapat apresiasi langsung dari Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif.

Hal itu disampaikannya saat mengunjungi area tanaman tembakau di Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Selasa, 13 Januari 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Syaharuddin Alrif didampingi Kapolsek Pitu Riase Ipda Ade, Camat Pitu Riase Andi Mukti, Kepala Desa Bila Riase Sirajuddin, serta sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Sidrap.
Syahar, sapaan akrab Syaharuddin Alrif, menyampaikan dukungan penuh kepada para petani yang mulai membudidayakan tembakau sumber penghasilan tambahan.
Menurutnya, langkah ini sangat positif, terutama karena memanfaatkan lahan-lahan yang tidak masuk kategori kawasan pertanian maupun perkebunan.
Petani di Desa Bila Riase diketahui menanam tembakau di lahan kosong, termasuk di sekitar pekarangan rumah warga.

Hal ini dinilai sebagai bentuk inovasi dan kemandirian masyarakat dalam meningkatkan ekonomi keluarga.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi petani yang memanfaatkan lahan kosong mereka untuk ditanami tumbuh-tumbuhan yang bisa memberikan penghasilan tambahan,” ujar Syahar.
Ia menjelaskan, penanaman tembakau ini masih dalam tahap uji coba dengan memanfaatkan lahan pekarangan warga.
Jika hasilnya menjanjikan, ke depan Pemkab Sidrap akan mendorong pengembangan yang lebih serius.
Bahkan, Syahar menyebut rencana jangka panjang dengan menghadirkan investor untuk membangun pabrik rokok di Sidrap.
Namun sebelum itu, pemerintah daerah ingin memastikan ketersediaan bahan baku dari daerah sendiri.
“Kita uji coba dulu membuat bahan bakunya sendiri. Ini ada beberapa are yang ditanami tembakau, usianya dua bulan tujuh hari dan sekarang sudah persiapan panen,” jelasnya.
Sementara itu, Jamaluddin, salah satu pemilik lahan tembakau, mengungkapkan bahwa bibit tembakau yang ditanam didatangkan langsung dari Pulau Jawa. 
Ia mengelola sekitar 700 pohon tembakau di lahan seluas tujuh are.
“Sekarang sudah siap panen. Saya terinspirasi menanam tembakau dari keluarga, sebagai tambahan penghasilan,” ungkap Jamaluddin.
Ia juga menyebutkan bahwa harga tembakau kering saat ini mencapai sekitar Rp80 ribu per kilogram. Nilai tersebut dinilai cukup menjanjikan dan berpotensi menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Bila Riase dan wilayah Sidrap secara umum. (Arya)










Tinggalkan Balasan