SITUBONDO, Penarakyat.com — Anggota DPR RI Nasim Khan meninjau langsung jalur mudik sekaligus pembukaan fungsional ruas tol Gending–Besuki yang merupakan bagian dari Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi Toll Road, Sabtu (14/3/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Nasim bersama pihak pengelola tol, Kapolres Situbondo AKNP Bayu Anuwar Sidiqie dan sejumlah pejabat terkait melihat beberapa titik strategis, termasuk gerbang keluar tol yang berada di Desa Demung, Kecamatan Suboh, Situbondo.

Menurut Nasim, pembukaan jalur tol secara fungsional ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya menjelang arus mudik Lebaran 2026.
“Alhamdulillah, pada hari pertama jalur tol ini sudah bisa difungsionalkan. Kita sudah melihat langsung perjalanan dari Paiton hingga keluar di gerbang tol Situbondo Barat. Secara umum sudah cukup layak meskipun masih bersifat fungsional,” kata Nasim.
Ia menjelaskan, ruas tol tersebut akan dioperasikan secara fungsional selama dua pekan. Selanjutnya akan dilakukan uji kelayakan lanjutan untuk memenuhi standar operasional penuh.
“Ini masih fungsional sekitar dua minggu. Setelah itu akan ada uji kelayakan lagi. Insyaallah kalau semua berjalan lancar, sekitar Mei atau Juni nanti bisa beroperasi maksimal,” ujarnya.
Nasim juga menyebut jalur tol di kawasan tapal kuda tersebut memiliki panorama yang unik karena di satu sisi terlihat laut dan di sisi lain pegunungan.
“Ini bisa jadi salah satu tol terindah di Indonesia. Sepanjang perjalanan kita bisa melihat laut di sebelah utara dan pegunungan di sebelah selatan,” katanya.
Ia menambahkan, ruas tol paket 3 yang menghubungkan Paiton hingga Situbondo ini memiliki panjang hampir 50 kilometer dan menjadi salah satu paket terpanjang di proyek tol kawasan timur Jawa tersebut.
Menurut Nasim, keberadaan tol ini bukan hanya mempermudah akses dari wilayah barat menuju Banyuwangi, tetapi juga membuka konektivitas dari daerah selatan seperti Jember dan Bondowoso menuju jalur utama di Situbondo.
“Ini akan mempercepat akses dari berbagai daerah menuju ujung timur Pulau Jawa,” katanya.
Meski demikian, Nasim juga mendorong Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk segera mengusulkan pembangunan jalan lingkar luar guna menghindari kemacetan di dalam kota.
“Kalau bisa Situbondo punya jalan lingkar luar, sehingga arus kendaraan tidak menumpuk di pusat kota. Ini penting untuk mendukung transportasi dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menyebut ke depan kawasan tersebut akan dilengkapi rest area tipe A yang direncanakan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia, lengkap dengan fasilitas helipad.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasamarga Probolinggo–Banyuwangi, Adi Prasetyo, mengatakan pembukaan jalur tol secara fungsional dilakukan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini.
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama antara Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, dan Kakorlantas Polri terkait pengaturan arus mudik.
“Jalur tol ini difungsionalkan mulai 14 hingga 29 Maret. Operasionalnya setiap hari pukul 06.00 hingga 16.00 WIB,” ujarnya.
Adi menambahkan, antusiasme masyarakat cukup tinggi pada hari pertama pembukaan jalur tersebut.“Dalam satu jam sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB tadi, kendaraan yang keluar melalui gerbang Situbondo Barat sekitar 180 unit dan yang masuk sekitar 200 unit,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini progres pembangunan tol tersebut telah mencapai sekitar 98 persen. Meski masih ada beberapa pekerjaan penyempurnaan seperti drainase dan pagar, badan jalan dinilai sudah siap digunakan untuk mendukung arus mudik.
“Secara keseluruhan rambu-rambu sudah terpenuhi dan badan jalan sudah sangat siap untuk digunakan pemudik,” ujarnya.
Dengan dibukanya jalur fungsional tersebut, perjalanan dari wilayah barat menuju kawasan tapal kuda hingga Banyuwangi diharapkan menjadi lebih cepat dan lancar selama masa mudik Lebaran tahun ini.










Tinggalkan Balasan