Home / Bosowasi / Peresmian Saluran Pembuangan Air Limbah Domestik Terpadu

Peresmian Saluran Pembuangan Air Limbah Domestik Terpadu

WAJO, Penarakyat.com — Bupati Wajo Dr.H. Amran Mahmud. S.Sos. M.Si di Desa Botto Kec. Takkalalla Kab. Wajo. pada hari Selasa 22 Desember 2020, dengan di resmikannya sanitasi berbasis masyarakat (sani mas) reguler 2020 bupati wajo Dr.H.Amran mahmud berterima kasi atas penghargaan setinggi tingginya kepada balai prasarana pemukiman wilaya provinsi sulawesi selatan dan direktorat general cipta karya kementrian PUPR yang telah menyetujui lokasi anggaran APBN program sani mas reguler tahun 2020.

Senilai Rp 500 Jt di desa botto kec takkalalla yang di laksanakan secara swekelolah oleh masyarakat setempat.

Serta sebagai sampel di mana pemilihan Desa Botto di harapkan dapat menjadi pailet projet jsebagai desa desa yang lain dalam pembagunan dan pengelolaan intelasi pengolahan air limbah (IPAL) yang sifatnya terpusat sebagai otput dari program seni mas reguler.

Persampahan dan sistem jaringan Drainase khusus kepada sektor air limbah domestik.

Kabupaten wajo telah memperoleh predikat ODF ( Open Defecation Free ) yang berarti bahwa seluruh masyarakat kabupaten wajo telah mengakses sarana air limbah atau terbatas dari buang air besar sembarangan (BABS).

Di mana pemerintah kabupaten wajo terus melakukan upaya agar masyarakat yang akses sanitasinya saat ini masih layak dan pembangunan tangki septik individual yang kedap air dan sesuai standar kesehatan di wilaya perkotaan dan pedesaan.

Serta peruntukan dana desa dan dana kelurahan juga di harapkan dapat berkontribusi dalam penyediaan jambang / kloset bagi masyarakat yang akses sani tasinya masih sharing / berbagi dengan tetangga dan intilasi pengelolahan air limbah (IPAL) sebagai hasil dari program sani mas reguler.

Sebagai mana yang telah dibangun di desa botto ini dan akan melayani 72 kepala keluarga pada 60 rumah yang merupakan contoh sistem pengolahan air limbah domestik terpusat dan memenuhi kategori akses sani tasi amal karna telah di llakukan pengolahan terhadap tinjah dengan menggunakan bakteri pengurai sehingga air yang di hasilkan dari proses tersebut tidak lagi mencemari ingkungan dan dapat langsung di buang ke saluran drainase. di mana setiap rumah telah di lengkapi pula dengan gerase trap atau prangkap lemak yang berfungsi meneruskan air limbah yang di hasilkan dari dapur atau kamar mandi atau biasa disebut grain water, langsung ke saluran drainase.

Bupati wajo juga berharap pembagunan ipal agar sarana ipal komunal dapat di peliharah dan difungsikan secara optimal dan berkelanjutan dari team warta wajo melaporkan. (Aswin/Zul)

About penarakyatcr1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful