SITUBONDO, Penarakyat.com – Menindaklanjuti aspirasi warga yang disampaikan melalui siaran langsung TikTok, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, langsung turun ke lapangan. Ia menyambangi dua desa sekaligus, yakni Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, dan Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus. Rabu (4/3/2026).

Aksi blusukan itu dilakukan setelah Mas Rio sapaan akrabnya mendapat laporan tentang jalan rusak serta keluhan seorang warga lanjut usia yang mengaku belum pernah menerima bantuan rumah tidak layak huni (RTLH).

Kehadiran Bupati di duaun terpencil langsung kerubungi warga

Tanpa banyak seremoni, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo itu langsung menyusuri jalan-jalan desa, termasuk wilayah yang selama ini jarang tersentuh kunjungan pejabat.

Di Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, Bupati mendatangi sejumlah dusun yang kondisinya dinilai paling terpencil. Desa ini diketahui memiliki banyak dusun, yakni 14 dusun dengan jumlah penduduk yang cukup besar.

“Saya senang bisa tiba-tiba keliling ke tempat-tempat yang biasanya menjadi keluhan masyarakat. Tadi banyak warga Sopet yang masuk live TikTok dan meminta agar saya datang langsung,” ujar Mas Rio di hadapan kepala desa dan perangkatnya.

Ia bahkan secara khusus meminta agar ditunjukkan lokasi paling pelosok dan prasarana yang kondisinya paling memprihatinkan.

“Kita sudah melihat langsung, ada jalan yang memang sudah rusak parah dan ada pula yang memang belum pernah diaspal sama sekali,” ucapnya.

Menurut Mas Rio, Desa Sopet sebelumnya sempat diusulkan untuk dimekarkan menjadi dua desa, mengingat luas wilayah dan jumlah penduduknya yang besar. Namun, rencana itu terkendala regulasi yang mensyaratkan jumlah penduduk minimal 12.000 jiwa untuk pemekaran desa.

Dalam blusukan tersebut, Mas Rio turut didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Permukiman (PUPP).

Kehadiran para kepala dinas itu dimaksudkan agar setiap persoalan yang ditemukan di lapangan bisa langsung dicatat dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

“Kalau hanya datang melihat tanpa solusi, itu tidak cukup. Karena itu saya ajak dinas terkait supaya langsung tahu kondisi riil di lapangan,” katanya.

Salah satu momen yang menyita perhatian warga adalah saat Bupati menemui seorang nenek yang sebelumnya sempat menyampaikan keluhannya melalui live TikTok. Dalam siaran tersebut, sang nenek mengaku belum pernah mendapatkan bantuan RTLH meski kondisi rumahnya memprihatinkan.

Mas Rio langsung mendatangi rumah nenek tersebut dan berbincang singkat. Di hadapan kepala desa, ia meminta agar segera diajukan dalam program bantuan RTLH.

“Tolong segera diusulkan. Pastikan datanya lengkap dan sesuai aturan, supaya bisa segera diproses,” tegasnya.

Kedatangan Bupati di dusun terpencil itu pun langsung mengundang perhatian warga. Ratusan masyarakat berbondong-bondong mendekat, sebagian ingin menyampaikan aspirasi, sebagian lagi sekadar ingin bersalaman dan berfoto.

Blusukan mendadak tersebut dinilai warga sebagai bentuk respons cepat atas keluhan yang mereka sampaikan melalui media sosial. Di tengah era digital, jalur komunikasi antara pemerintah dan masyarakat pun semakin terbuka.

Bagi sebagian warga, kehadiran langsung seorang bupati di pelosok desa menjadi hal yang jarang terjadi. Tak heran, sosok Mas Rio disebut-sebut sebagai pemimpin yang dekat dan dicintai rakyatnya.

“Kami senang sekali Pak Bupati mau datang langsung melihat kondisi kami,” ujar salah satu warga Sopet.

Mas Rio menegaskan, ia ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah kota, tetapi juga menjangkau desa-desa terpencil.

“Yang jauh dari kota bukan berarti jauh dari perhatian. Justru daerah-daerah seperti inilah yang harus sering kita datangi,” katanya.

Blusukan tersebut menjadi bukti bahwa laporan warga, termasuk yang disampaikan lewat live TikTok, dapat menjadi pintu masuk percepatan penanganan persoalan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Situbondo.