SINJAI, Penarakyat.com – Upaya memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal kembali ditegaskan oleh Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, melalui dorongannya agar Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) semakin aktif berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut tampak saat Bupati melakukan kunjungan kerja ke Unit Usaha Ayam Petelur milik Bumdes “Sipatokkong” di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Rabu (15/04/2026) pagi. Kunjungan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem ekonomi desa yang terintegrasi.
Didampingi jajaran terkait, Bupati meninjau langsung aktivitas produksi di kandang ayam petelur, bahkan turut memanen telur secara langsung. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap pengelolaan usaha desa yang dinilai berhasil berkembang.
Bupati memberikan apresiasi terhadap unit usaha “Sipatokkong” yang kini telah berperan sebagai penyuplai telur ke sejumlah SPPG pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sinjai Timur. Keberhasilan ini dinilai sebagai indikator kuat bahwa rantai pasok program nasional tersebut berjalan efektif.
“Alhamdulillah dari kunjungan hari ini kita sudah liat bahwa integrasi dari seluruh pemangku jabatan terkait, mulai dari SPPG, Pemilik Bumdes, Pengelola Bumdes, ikut menyukseskan program Presiden,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati berharap keberhasilan Bumdes “Sipatokkong” dapat menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Sinjai. Dengan rantai distribusi yang lebih pendek, stabilitas harga dan kualitas produk pangan diyakini dapat lebih terjaga.
Di sisi lain, Kepala Unit Pengelola Ayam Petelur Bumdes “Sipatokkong”, Farid, menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, kunjungan ini menjadi dorongan moral untuk terus meningkatkan kapasitas produksi.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini telur hasil produksi Bumdes telah menjadi pemasok utama bagi beberapa SPPG di wilayah Sinjai.
“Sekarang kami sudah bekerjasama setidaknya dengan tiga SPPG, Biringere, Tongke-Tongke dan Salohe. Kami bisa suplai hingga 50 rak per hari,” ungkap Farid.
Ke depan, Farid berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah, khususnya dalam kemudahan akses permodalan, agar usaha yang dikelolanya dapat terus berkembang.
“Mudah-mudahan kedepan kapasitas usaha kami dapat meningkat seiring bertambahnya permintaan,” tutupnya.
Kunjungan ini ditutup dengan diskusi terkait peluang pengembangan unit usaha Bumdes agar mampu menjangkau kebutuhan pangan yang lebih luas di tingkat kabupaten. Hadir pula dalam kegiatan ini Kepala OPD terkait, Kepala BPS Sinjai, pemerintah desa, serta sejumlah unsur lainnya. (Budhy)














Tinggalkan Balasan