SINJAI, Penarakyat.com – Suasana Pantai Mallenreng, Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur, tampak semarak saat Festival Gau Puka Renreng resmi digelar pada Rabu (29/04/2026) malam. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali tradisi pesisir sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Sinjai.
Pembukaan festival dilakukan oleh Bupati Sinjai yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, yang ditandai dengan penabuhan gendang sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan budaya tersebut.
Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, dan Yayasan Lil Todilaling. Kehadiran berbagai unsur penting, mulai dari Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Makassar, Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, hingga Kepala Desa Panaikang, semakin menegaskan dukungan lintas sektor terhadap pelestarian budaya. Antusiasme masyarakat pun terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati lokasi acara.
Ketua PKBM Todilaling, Hj. Ernawati Madi menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Festival ini menjadi ruang belajar bagi masyarakat. Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui ruang publik dengan mengenalkan sejarah, seni, dan filosofi lokal. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM dan pengrajin lokal,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Gau Puka Renreng diharapkan dapat menjadi representasi identitas budaya masyarakat Sinjai di tingkat nasional.
Sementara itu, Sekda Sinjai Andi Jefrianto Asapa menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya peran bersama dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, PKBM Todilaling, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat atas sinergi yang terbangun. Pengembangan kebudayaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti potensi besar kearifan lokal Sinjai untuk terus dikembangkan sebagai kekuatan budaya daerah.
“Melalui Gau Puka Renreng ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam menjaga serta melestarikan budaya sebagai identitas dan kekayaan bangsa,” tambahnya.
Sebagai bagian dari pembukaan, pengunjung disuguhkan Tarian Kolosal Gau Puka Renreng yang menggambarkan tradisi masyarakat dalam menangkap ikan secara berkelompok di laut, mencerminkan nilai kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat pesisir.
Festival Gau Puka Renreng dijadwalkan berlangsung hingga 2 Mei 2026, dengan berbagai agenda menarik seperti tradisi Maddui Puka di Pantai Mallenreng serta pertunjukan budaya daerah yang dipusatkan di Lapangan Nasional (Lapnas) Sinjai. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan pariwisata daerah. (Budhy)














Tinggalkan Balasan