SINGAPURA, PenaRakyat.com – Ketidakstabilan geopolitik dan risiko yang saling terhubung memicu kekhawatiran besar akan munculnya skenario Black Swan atau peristiwa tak terduga yang berdampak merusak ekonomi global. Laporan terbaru Allianz Risk Barometer mengungkapkan bahwa sekitar 50 persen perusahaan di dunia mengidentifikasi kelumpuhan rantai pasok global dan pemadaman internet total sebagai dua skenario paling masuk akal yang dapat terjadi dalam lima tahun ke depan.
Ancaman Konflik Geopolitik dan Ketergantungan Digital
Berdasarkan rilis resmi dari Allianz Commercial yang diterima PenaRakyat.com via Media OutReach Newswire, lebih dari 3.000 responden di seluruh dunia menempatkan kelumpuhan rantai pasok akibat konflik geopolitik di urutan pertama (51%). Sementara itu, ketakutan akan pemadaman internet global berada di posisi kedua (47%), mencerminkan meningkatnya kesadaran akan risiko siber dan kecerdasan buatan (AI). Di wilayah Asia Pasifik, termasuk Malaysia dan Thailand, risiko internet mati total menjadi kekhawatiran nomor satu bagi para pemimpin bisnis.
Klaim CEO Allianz Commercial: Perlunya Ketahanan Terintegrasi
Thomas Lillelund, CEO Allianz Commercial, secara resmi mengklaim bahwa peristiwa Black Swan kini dipandang semakin masuk akal meskipun jarang terjadi. “Konektivitas yang tumbuh di rantai pasok fisik maupun digital berarti gangguan kini merembet jauh lebih cepat dan dapat berubah menjadi kerugian besar. Dalam lingkungan geopolitik yang terfragmentasi saat ini, perusahaan harus memperkuat ketahanan dan manajemen risiko terintegrasi untuk menghadapi ‘badai sempurna’ berikutnya,” tegas Lillelund dalam pernyataan resminya.
Perbedaan Persepsi Risiko Berdasarkan Ukuran Perusahaan
Laporan ini juga menyoroti perbedaan kekhawatiran antara perusahaan besar dan kecil. Perusahaan besar dengan pendapatan tahunan di atas US$500 juta lebih mengkhawatirkan kelumpuhan logistik dan bahan baku. Sebaliknya, perusahaan kecil dan menengah (UMKM) jauh lebih cemas terhadap dampak pemadaman internet global. Selain itu, perusahaan besar juga mulai mewaspadai skenario bencana iklim simultan yang dapat menyebabkan kegagalan jaringan energi secara luas.
Langkah Mitigasi: Membangun Agilitas Organisasi
Allianz Research memperkirakan bahwa gangguan rantai pasok global dalam skala perang Ukraina dapat memicu kerugian PDB kumulatif hingga US$1,5 triliun dalam dua tahun. Michael Bruch, Global Head of Risk Consulting Advisory Services Allianz Commercial, menekankan bahwa langkah paling praktis yang bisa diambil perusahaan saat ini adalah membangun budaya sadar risiko dan rencana tanggap darurat yang dapat diskalakan. Perusahaan asuransi pun kini memegang peran kritis dalam membantu bisnis memperkuat ketahanan terhadap risiko siber dan memilih pemasok yang lebih aman.
Editor : Jumardi (PenaRakyat.com)
Sumber : Media OutReach Newswire / Allianz Commercial














Tinggalkan Balasan