Wajo, PenaRakyat.com – Di balik semangat Hari Kartini, tersimpan realita baru: perempuan di Wajo kini diuji oleh derasnya perkembangan digital yang bisa menjadi ancaman sekaligus peluang besar.
Momentum ini dimaknai bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai dorongan bagi perempuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman dan meningkatkan kualitas diri di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Wakil Ketua I DPRD Wajo, Andi Merly Iswita, menegaskan bahwa perempuan harus mampu menjawab tantangan tersebut melalui penguatan pendidikan dan literasi digital.
“Hari Kartini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum refleksi. Pendidikan menjadi kunci agar perempuan mampu keluar dari keterbatasan menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Tantangan Perempuan Wajo di Era Digital
Ia mengungkapkan, masih terdapat berbagai hambatan yang dihadapi perempuan, terutama terkait kemandirian ekonomi dan pola pikir yang membatasi ruang berkembang.
“Perempuan yang berpendidikan akan lebih mandiri dalam berpikir. Begitu pula secara ekonomi, karena keterbatasan sering menjadi penghambat untuk maju,” katanya.
Peluang Besar di Tengah Perkembangan Teknologi
Di sisi lain, era digital justru membuka peluang besar bagi perempuan untuk berkembang, termasuk dalam bidang sains dan teknologi.
Akses informasi yang semakin luas memberi kesempatan bagi perempuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta daya saing di berbagai sektor.
“Perbanyak belajar dan jangan ragu menggali berbagai ilmu. Itu penting untuk menghadapi tantangan ke depan,” pesannya.
Ia menilai semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam Habis Gelap Terbitlah Terang tetap relevan sebagai simbol perubahan dan kemajuan perempuan.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan, terutama dalam menciptakan generasi unggul melalui pendidikan yang berkualitas.
Ia berharap perempuan di Wajo mampu menjadikan tantangan sebagai peluang, serta tampil sebagai generasi yang mandiri, adaptif, dan siap bersaing di era digital.













Tinggalkan Balasan