SOPPENG, Penarakyat.com — Di tengah peringatan Hari Jadi Soppeng ke-765, sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapat panggung. Bukan hanya ikut meramaikan, mereka juga menjadi penerima bantuan usaha yang disalurkan, di puncak Hari Jadi Soppeng yang digelar di Gedung Lapatau Soppeng, Rabu 8 April 2026.
Bagi pelaku UMKM, bantuan dari Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan menjadi penggerak untuk menjalankan usaha.
Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, menyerahkan bantuan itu didampingi Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Soppeng. Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan turut menyaksikan penyaluran tersebut di tengah rangkaian acara.
Paket yang disalurkan langsung menyasar kebutuhan dasar pelaku usaha—mulai dari produksi hingga pengemasan, dua hal yang kerap menjadi kendala dalam meningkatkan daya saing.
Sebanyak 11.565 kemasan produk dengan nilai lebih dari Rp22 juta dibagikan. Bantuan ini diarahkan untuk memperbaiki tampilan produk, yang sering kali menjadi titik lemah UMKM saat bersaing di pasar.
Selain itu, lima unit mesin jahit portable senilai lebih dari Rp24 juta juga diserahkan, menyasar pelaku usaha di sektor konveksi yang membutuhkan dukungan alat untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Untuk menunjang proses produksi, disalurkan pula tiga unit mesin penyegel plastik otomatis senilai Rp13 juta, enam unit mesin kopi senilai Rp26 juta, serta 15 unit alat pres penutup gelas dengan nilai lebih dari Rp15 juta.
Di sektor pengolahan, bantuan mencakup enam unit mesin pendingin senilai Rp22 juta, lima unit mesin jahit obras senilai Rp32 juta, serta dua unit oven gas dengan nilai mencapai Rp43 juta—peralatan yang selama ini sulit dijangkau sebagian pelaku usaha kecil.
Tak hanya soal alat, dukungan juga diberikan dalam bentuk legalitas usaha. Dua industri kecil menengah menerima fasilitasi sertifikasi halal reguler, sementara 40 lainnya mendapat skema self declare untuk mempercepat proses sertifikasi.
Seluruh bantuan ini diarahkan untuk satu tujuan, yakni untuk mendorong produktivitas dan memperkuat daya saing UMKM Soppeng, agar tidak sekadar bertahan, tetapi mampu berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.











Tinggalkan Balasan