PAREPARE, Penarakyat.com — Enam pemancing asal Kota Parepare berhasil selamat setelah 15 jam terombang-ambing di laut akibat perahu yang mereka tumpangi terbalik dihantam badai. Mereka akhirnya diselamatkan oleh nelayan asal Kabupaten Pangkep, Selasa (30/9/2025).
Salah satu korban, Made, saat ditemui di Simpang Minange, Parepare, Rabu (1/10/2025), menceritakan kronologi kejadian.
Pada Ahad (28/9/2025), enam orang pemancing yakni Maruf, Wahyu, Made, Ahmad, Anto, dan Aco, berangkat memancing di spot Campur Sari Killae, perairan antara Kabupaten Barru dan Pangkep. Lokasi tersebut dapat ditempuh sekitar satu jam dari Kota Parepare.
Saat tengah memancing sekitar pukul 18.00 WITA, cuaca tiba-tiba berubah. Hujan deras disertai angin kencang dan ombak setinggi tiga meter menghantam perahu yang mereka sewa dari seorang pemilik bernama Wahid.
“Perahu terangkat karena angin kencang lalu terbalik. Tiang tenda patah, kami semua berpegangan di perahu yang sudah terbalik,” ungkap Made.

Malam itu tidak ada satu pun nelayan yang melintas. Mereka terpaksa bertahan di atas perahu yang terbalik hingga keesokan paginya.
Sekitar pukul 08.00 WITA, Selasa (30/9/2025), sebuah perahu nelayan asal Pangkep melintas dan langsung menolong keenam korban. Meski semua ponsel rusak akibat terendam air laut, mereka mengaku bersyukur masih diberi keselamatan.
“Biar hasil pancing dan barang-barang hilang, yang penting nyawa selamat,” tutur Made dengan lega.
Sesampainya di Pangkep, keenam korban dijemput oleh keluarga masing-masing.
Terpisah, pemilik perahu, Wahid, mengaku ikhlas dengan kerugian yang dialaminya, termasuk tenggelamnya genset seharga Rp3 juta.
“Harta bisa dicari, tapi nyawa tidak bisa kembali. Saya sangat bersyukur mereka selamat,” ucap Wahid.
Saat ini perahu tersebut telah diamankan nelayan di Garongkong, Kabupaten Barru, dan rencananya akan diambil kembali oleh Wahid. (Smr)














Tinggalkan Balasan