Bandung, PenaRakyat.com – Program pelatihan vokasi 2026 menghadirkan berbagai keterampilan praktis yang langsung dibutuhkan dunia kerja, mulai dari barista hingga operator forklift.

Program yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan ini dirancang untuk menyiapkan lulusan agar lebih siap kerja melalui pendekatan berbasis kompetensi dan kebutuhan industri.

Skill Nyata Jadi Fokus Pelatihan

Di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, pelatihan diikuti 512 peserta dengan beragam bidang keterampilan.

Mulai dari operator forklift, barista, pembuatan roti dan pastry, hingga desain tiga dimensi berbasis computer-aided design (CAD).

Selain itu, peserta juga dilatih melalui metode project-based learning, termasuk pada program sistem integrasi bangunan cerdas atau smart building.

Pendekatan ini membuat peserta tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Target 70 Ribu Peserta

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa pelatihan vokasi menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan tenaga kerja yang kompeten.

“Program ini dirancang link and match dengan kebutuhan industri. Fokus kami adalah meningkatkan keterampilan agar lulusan dapat terserap di dunia kerja,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan sebanyak 70.000 peserta mengikuti pelatihan vokasi sepanjang tahun 2026 yang dibiayai melalui APBN.

Pada tahap awal, sebanyak 10.405 peserta telah mengikuti pelatihan yang tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Ditjen Binalavotas, serta 46 BLK UPTD.

Fasilitas Lengkap dan Gratis

Untuk mendukung pelatihan berbasis industri, seluruh fasilitas, sarana prasarana, serta instruktur telah disiapkan secara optimal.

Peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas, seperti pelatihan gratis, makan siang, bantuan transportasi, hingga perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Selain itu, peserta memperoleh sertifikat pelatihan serta sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pada skema tertentu, peserta juga difasilitasi dengan asrama.

Tekan Pengangguran Lulusan Baru

Pelatihan vokasi dinilai penting untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Melalui program ini, lulusan diharapkan memiliki keterampilan teknis dan non-teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar kerja.

“Harapannya, peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga siap berkontribusi di dunia industri,” kata Yassierli.