MAROS, PenaRakyat.com – Sebanyak 230 ekor ternak di Desa Pattiro Deceng, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, berhasil divaksinasi dalam program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan antraks yang berlangsung selama dua hari, 31 Juli hingga 1 Agustus 2025. Vaksinasi massal ini digagas oleh mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program PPK Ormawa HIMAKAHA Fakultas Kedokteran Hewan.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, yakni Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, UPTD Puskeswan Maros, serta Pemerintah Desa Pattiro Deceng. Dukungan juga datang dari pihak swasta, seperti PT Dahlia Duta Utama dan PT Vadco Prosper Mega.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 153 ekor sapi dan 87 ekor kambing menerima vaksin PMK dan sebagian juga divaksin antraks. Vaksin diberikan secara door-to-door dan di titik kandang jepit yang tersebar di tiga dusun terpencil: Satoa, Ujung, dan Maddenge. Proses vaksinasi dilakukan dengan standar protokol kesehatan dan biosekuriti ketat, serta diawasi langsung oleh tim dokter hewan dari UPTD Puskeswan Maros.

Vaksinasi Ternak di Maros Didukung Swasta dan Akademisi

Total 500 dosis vaksin disiapkan oleh Dinas Peternakan Provinsi, sementara vaksin antraks didistribusikan melalui anggaran APBD Kabupaten Maros. PT Dahlia Duta Utama dan PT Vadco Prosper Mega turut menyumbang vitamin injeksi, vitamin oral, serta alat suntik guna menunjang kesehatan ternak.

Ketua HIMAKAHA FK Unhas, Ahmad Rayhan Putra Hasrun, menyampaikan bahwa keterlibatan organisasi mahasiswa dalam program semacam ini menunjukkan pentingnya kontribusi aktif generasi muda dalam menyelesaikan persoalan nyata di desa.

“Kami turut membantu tim PPK Ormawa dalam rekrutmen relawan, pengurusan perizinan, hingga pendampingan lapangan. Sinergi ini harus terus diperkuat,” tegasnya.

Desa Pattiro Deceng Menuju Percontohan Bebas PMK

Seorang peternak lokal, Muh. Ashar, mengaku lega dan terbantu dengan adanya program vaksinasi ini.

“Beberapa wilayah sekitar kami sempat kena PMK. Sekarang kami lebih tenang karena hewan kami sudah divaksin,” ujarnya.

Kepala Desa Pattiro Deceng, Abdul Kadir, juga mengapresiasi langkah strategis ini dan menyatakan bahwa pemerintah desa akan terus mendukung kegiatan semacam ini.

“Berkat kolaborasi ini, ternak kami mendapatkan vaksin PMK, antraks, dan vitamin. Ini sangat membantu masyarakat kami,” ujarnya.

Staf Medik Veteriner UPTD Puskeswan Maros, drh. Nana, menjelaskan bahwa kegiatan vaksinasi hewan ternak merupakan program rutin tahunan, namun tahun ini istimewa karena melibatkan banyak pihak.

“Kolaborasi mahasiswa, akademisi, dinas teknis, dan masyarakat menjadikan program ini lebih efektif dan berdampak luas,” ucapnya.

Dosen pendamping mahasiswa, drh. Muh. Ardiansyah Nurdin, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata pengabdian mahasiswa yang tidak hanya memperkuat ilmu di lapangan, tapi juga membangun kepemimpinan dan empati.

Ketua Tim PPK Ormawa HIMAKAHA, Abid Nabil, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi membangun ketahanan peternakan desa.

“Kami ingin menjadikan Pattiro Deceng sebagai desa percontohan yang bebas PMK dan kuat secara kesehatan ternak. Dengan vaksinasi yang rutin dan terencana, penyebaran PMK bisa dicegah sejak dini,” pungkas Abid. (Rls)