Pinrang, Penarakyat.com– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pinrang memanggil pihak BGN Kabupaten Pinrang serta Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) Pinrang dalam rapat dengar pendapat (RDP), Rabu (3/12/2025).

Pemanggilan dilakukan menyusul gangguan layanan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kecamatan Cempa.

RDP dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPRD Pinrang, Syamsuri, Ketua dan anggota Komisi II DPRD Pinrang, serta Kepala BGN Kabupaten Pinrang, Nining Angraeni. Selain itu, pihak yayasan, mitra, supplier bahan baku, hingga Satgas MBG juga dipanggil.

Menurut laporan sebelumnya, sebanyak 3.095 orang penerima manfaat MBG di Kecamatan Cempa tidak mendapatkan layanan makanan bergizi gratis selama lima hari berturut-turut, mulai Selasa, 25 November 2025 hingga Sabtu, 29 November 2025.

Gangguan ini dipicu konflik internal antara pengelola yayasan dan investor penyedia peralatan dapur umum.

Kejadian bermula ketika fasilitas dapur umum yang dikelola oleh Yayasan Insan Karya Putra lumpuh total setelah peralatan seperti penanak nasi, ompreng, dan meja stainless ditarik paksa oleh investor pada Senin dini hari, pukul 01.00, 24 November 2025.

Kepala SPPG Pinrang di Kecamatan Cempa, Rasnawati, membenarkan penarikan aset tersebut. Ia menyatakan investor kecewa akibat pembagian keuntungan atau bagi hasil dengan yayasan yang dianggap tidak sesuai kesepakatan.

“Barang-barangnya diambil semua karena adanya masalah internal, masalah yayasan dan investornya. Yang saya tahu investornya ini merasa kurang pembagiannya,” ujar Rasnawati pada Senin (1/12/2025).

Rasnawati menegaskan bahwa persoalan kontrak kerja sama sepenuhnya merupakan ranah yayasan, bukan wewenangnya. Tugasnya hanya sebatas mencairkan insentif kepada yayasan untuk operasional.

Penghentian layanan mendadak ini memicu keresahan di kalangan orang tua siswa, yang merasa dirugikan dan harus menanggung biaya konsumsi anak secara mendadak tanpa pemberitahuan resmi. Sekolah sempat memberi alasan bahwa dapur sedang direnovasi informasi yang kemudian dianggap menyesatkan.

Sebagai konsekuensi, Rasnawati mengambil tindakan tegas dengan memecat enam orang relawan dapur setelah tertangkap tangan membantu investor mengangkut peralatan dari dapur. Kini, posisi relawan digantikan oleh tenaga baru dari masyarakat setempat.

Meski sempat vakum hampir sepekan, Rasnawati memastikan bahwa operasional dapur MBG di Cempa kini telah kembali normal. Yayasan Insan Karya Putra dilaporkan sudah mendatangkan peralatan dapur secara mandiri, tanpa melibatkan investor lama.

“Sejak Senin ini, distribusi makanan kepada ribuan siswa telah berjalan seperti sediakala,” ujarnya.

Dengan pemanggilan pihak terkait oleh DPRD dan SPPG kembali aktif, diharapkan layanan MBG bagi siswa di Cempa dapat berlanjut tanpa hambatan, dan kejadian serupa tak terulang. (Bayu/Adi)