SIDRAP, Penarakyat.com — Wisuda STIKES Muhammadiyah Sidrap ke 8 berlangsung Khidmat. Beragam pesan moral disampaikan sejumlah tokoh besar dalam acara tersebut.

Salah satunya dari Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Prof. Dr. Jasruddin, M.Si, dalam Sambutannya menyampaikan, dosen yang baik pasti mahasiswanya juga baik begitupun sebaliknya.

“Untuk itulah sehingga dosen harus dibekali dan jangan sampai dosen kita masuk dalam dosen buta huruf abad 21, Pak Menteri selalu mengatakan bahwa Revolusi Industri empat titik Nol, salah satu yang terjadi adalah distraction/ distruksi yaitu perubahan yang sangat cepat dan tercatat kita tidak siap dalah hal tersebut,”pesan Jasruddin.

Dalam pembelajaran kata dia, harus melibatkan tekhnologi, ini merupakan model buta huruf abad 21, sehingga apabila ada dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran tidak melibatkan teknologi informasi, maka harus dilakukan pengayaan kepada dosen, pembelajaran teknologi.

Para alumni lanjut Jasruddin juga harus menguasai berbagai bahasa, bahasa Inggris, Arab, Australian, dan Cina. “Perawat harus menguasai bahasa dan sekarang Jepang sangat membutuhkan banyak perwat-perawat dan yang dirawat adalah orang tua, maka para Ners diharapkan mampu kerja di luar negeri, dan bisa mendapatkan pendapatan gaji yang besar maka alumni harus dipersiapkan untuk menguasai IT dan bahasa asing,”terangnya.

Jasruddin berpesan ke Ketua STIKES Muhammadiyah Sidrap untuk mempersiapkan anak-anaknya untuk menguasai IT dan Bahasa asing.
Pesan sama disampaikan Ketua PW Muhammadiyah Sulawesi Selatan Prof. Dr. H.Ambo Asse,M.Ag. Ia mengapresiasi program Catur Dharma keempat Al Islam Kemuhammadiyahan yang dikembangkan di kampus STIKES diantaranya Pembelajaran Tadjwid, Program Gerakan Sholat Shubuh Berjama’ah dan Kuliah Pas Sepuluh menit Belajar AIK (KUPAS BAIK) sebagai pengganti kultum setelah sholat dhuhur dan Ashar.

“Ini menjadi penting dan pelengkap, selain menguasai teknologi dan bahasa asing, bekal penanaman akhlak dan moral menjadi hal utama, sehingga alumni selain cerdas juga berakhlakul karimah,”katanya.

Sementara Ketua STIKES Muhammadiyah Sidrap drg. Bambang Roesmono mengatakan, selama tahun 2017 ada beberapa kemajuan STIKES terutama dalam kelembagaan.

Dari 5 prodi yang ada kata dia, 2 diantaranya yakni prodi S1 Keperawatan dan profesi ners telah mendapat nilai akreditasi B dari LAM PTKes.

“Insya Allah, 3 prodi yang tersisa akan dapat akreditasi B juga,”ujarnya.

Saat ini Ratio dosen dengan mahasiswa sudah 1 : 22 dan akan mengejar ratio pada = 1 : 20. Hal ini kata dia terwujud karena selama ini STIKES Muhammadiyah Sidrap sidrap adalah salah satu perguruan tinggi di bidang tenaga kesehatan yang banyak pengembangan pada sisi psikomotor.

“Dan saat ini, dari 68 orang dosen tetap, 62 org telah ber NIDN dan 46 dosen telah memiliki Pangkat Akademik, 42 Asisten Ahli, 3 Lektor dan 1 Lektor Kepala, dan 5 Dosen sedang pendidikan strata 2 magister keperawatan dan kebidanan,”tandasnya. (Ady)