Jakarta, PenaRakyat.com – Program mudik bersama yang difasilitasi perusahaan bagi para pekerja dinilai bukan sekadar kegiatan rutin menjelang Idulfitri. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menilai langkah tersebut merupakan bentuk investasi perusahaan untuk menjaga semangat dan produktivitas pekerja setelah kembali dari kampung halaman.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, mengapresiasi perusahaan yang secara konsisten memfasilitasi kegiatan mudik bagi pekerja dan keluarganya.
“Kami mengapresiasi perusahaan seperti PT Kayaba Indonesia yang selalu konsisten memfasilitasi mudik pekerja dan keluarganya. Ini adalah praktik baik hubungan industrial yang harmonis dan patut dicontoh oleh perusahaan lainnya,” ujar Putri saat melepas peserta mudik bersama PT Kayaba Indonesia di Cikarang, Bekasi.
Putri menjelaskan pekerja merupakan unsur utama dalam keberlangsungan usaha. Dukungan perusahaan agar pekerja dapat mudik dengan aman dan nyaman dinilai memberikan dampak positif tidak hanya bagi pekerja dan keluarganya, tetapi juga bagi perusahaan.
Pekerja yang dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga, kata dia, cenderung kembali bekerja dengan semangat baru sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas.
Perusahaan Didukung Kolaborasi Koperasi dan Perbankan
Program mudik bersama juga dinilai tidak seharusnya dipandang sebagai beban perusahaan. Sebaliknya, kegiatan tersebut dapat dilihat sebagai bentuk investasi terhadap sumber daya manusia.
Kemnaker mendorong perusahaan untuk menghadirkan berbagai skema kreatif guna mendukung kesejahteraan pekerja, termasuk melalui kolaborasi dengan koperasi pekerja maupun mitra perbankan.
Kolaborasi tersebut, lanjut Putri, dapat membantu mendistribusikan pembiayaan program secara lebih proporsional sehingga tidak memberatkan satu pihak.
Program mudik bersama PT Kayaba Indonesia tahun ini terlaksana melalui sinergi antara manajemen perusahaan, koperasi pekerja K5, serta dukungan mitra perbankan Bank Danamon.
Selain aspek kesejahteraan, Kemnaker juga memberikan perhatian pada faktor keselamatan perjalanan. Melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pengemudi utama, pengemudi cadangan, serta kondektur.
Pemeriksaan juga mencakup uji petik terhadap kondisi armada bus guna memastikan kendaraan yang digunakan memenuhi standar kelaikan jalan.
PT Kayaba Indonesia pada tahun ini memberangkatkan 236 pemudik menggunakan empat armada bus dengan tujuan sejumlah kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Direktur PT Kayaba Indonesia, Baron Tanaka, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemnaker dalam memastikan keselamatan perjalanan para pekerja.
“Kami berharap perjalanan para pekerja dan keluarga berjalan lancar dan aman hingga sampai di kampung halaman, sehingga mereka dapat kembali bekerja dengan semangat baru,” ujarnya.












Tinggalkan Balasan