SINJAI, Penarakyat.com – Perayaan Hari Buku Internasional di Kabupaten Sinjai tahun ini tampil dengan pendekatan berbeda. Tidak lagi sekadar menonjolkan aktivitas membaca, momentum ini justru menjadi ruang temu antara literasi dan kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam aspek ekonomi dan kesejahteraan.

Literasi yang kini berbasis inklusi sosial dipahami sebagai kekuatan yang mampu menjangkau berbagai lini kehidupan. Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama Panrita Literasi Institute dan Bulog pun menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bentuk konkret implementasi literasi yang berdampak langsung.

Kegiatan yang dipusatkan di Halaman Kampus UIAD Sinjai, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Sinjai Utara ini menjadi magnet bagi warga. Pasar murah yang digelar tidak hanya memberi akses bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi antara edukasi dan kepedulian sosial.

Ketua Panrita Literasi Institute, Mirfayani Mirsal mengatakan kegiatan ini bukan sekadar perayaan literasi saja tapi juga bentuk kepedulian sosial.

“Kami ingin hadir membantu masyarakat agar bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih murah,” ungkapnya.

Gerakan ini menjadi jawaban atas tantangan fluktuasi harga kebutuhan pokok yang kerap dirasakan masyarakat. Dengan menyediakan berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, hingga kebutuhan dapur seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan tomat, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pemenuhan kebutuhan rumah tangga.

Antusiasme warga yang memadati lokasi sejak pagi hari menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya relevan, tetapi juga sangat dibutuhkan. Harapan pun muncul agar program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Menariknya, perayaan Hari Buku ini juga diramaikan dengan pameran buku anak yang menghadirkan sekitar 5 ribu referensi bacaan, festival jajanan lokal, pemeriksaan kesehatan, serta berbagai kegiatan inisiatif lainnya yang akan berlangsung hingga Minggu mendatang. Perpaduan ini menegaskan bahwa literasi tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh bersama kebutuhan dan kehidupan masyarakat. (Budhy)