Wajo, PenaRakyat.com – Kabupaten Wajo masuk dalam lima daerah dengan tingkat kemiskinan terendah berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis 22 September 2025. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Wajo menegaskan tetap menggenjot upaya penurunan kemiskinan agar capaian tersebut tidak stagnan.

Wakil Bupati Wajo, dr Baso Rahmanuddin, mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat program penanggulangan kemiskinan melalui pendekatan yang lebih terarah.

“Semua masih perlu dilakukan identifikasi untuk melihat penyebab dan faktor kemiskinan. Kami terus memperkuat integrasi perlindungan sosial, termasuk peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui dukungan UMKM,” ujarnya.

Tak Ingin Angka Hanya Jadi Statistik

Menurutnya, penurunan angka kemiskinan tidak boleh berhenti pada capaian statistik semata. Pemerintah daerah harus memastikan program yang dijalankan benar-benar menyentuh masyarakat yang masih berada dalam kondisi rentan.

Penguatan perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi menjadi fokus agar capaian tersebut tidak hanya bertahan, tetapi juga terus membaik.

Musrenbang Jadi Penguat Strategi

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2027 di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (20/4/2026).

Dalam forum tersebut, pemerintah daerah dan provinsi menyatukan langkah untuk memperkuat kebijakan penanggulangan kemiskinan secara terarah dan berkelanjutan.

“Target nasional dalam RPJMN 2025–2029 menekankan percepatan penurunan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui intervensi terpadu berbasis data,” kata Baso Rahmanuddin.

Fokus Jaga Tren Penurunan

Ia menambahkan, kebijakan pembangunan ke depan harus diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat, serta pengurangan kesenjangan antarwilayah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, berharap Musrenbang ini mampu menghasilkan kebijakan yang tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.