JAKARTA, PENARAKYAT.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan “napas panjang” bagi masyarakat yang sempat tertinggal pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1. Masa pendaftaran yang semula dijadwalkan berakhir pada 6 Maret, kini resmi diperpanjang hingga 24 Maret 2026 mendatang. Langkah ini diambil guna memastikan kuota raksasa sebanyak 20.000 peserta benar-benar terserap optimal oleh para pencari kerja dan lulusan baru di seluruh Indonesia.

​Keputusan perpanjangan ini menjadi peluang emas mengingat fasilitas yang ditawarkan pemerintah tergolong “mewah” untuk sebuah program non-biaya. Selain bebas biaya pendidikan, peserta yang lolos akan disokong dengan uang transportasi, makan siang, hingga perlindungan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan. Di akhir program, peserta tidak hanya membawa pulang ilmu, tapi juga sertifikat kompetensi dari BNSP yang menjadi modal kuat untuk menembus ketatnya persaingan industri saat ini.

​Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menegaskan bahwa perpanjangan waktu ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah agar akses peningkatan keterampilan tidak terputus karena kendala waktu.

​“Kami memperpanjang masa pendaftaran agar lebih banyak masyarakat, khususnya para lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat bisa memanfaatkan program ini sebaik-baiknya. Jangan lewatkan kesempatan ini karena pelatihan sepenuhnya gratis dan peserta mendapatkan berbagai fasilitas pendukung,” ujar Darmawansyah dalam keterangan resminya, Sabtu (7/3/2026).

 

Jadwal Baru dan Cara Daftar Lewat Skillhub

​Meskipun pendaftaran diulur, masyarakat diingatkan bahwa proses seleksi akan digeber sangat cepat tepat setelah penutupan. Berdasarkan jadwal terbaru, proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi skillhub.kemnaker.go.id. Setelah mendaftar, calon peserta akan melewati tahap seleksi dan wawancara pada 25–28 Maret, dilanjutkan pengumuman kelulusan pada 29 Maret, dan tetap melakukan kick off perdana pada 1 April 2026.

​Bidang yang dibuka pun sangat strategis, mulai dari teknologi Internet of Things (IoT), instalasi panel surya, otomasi industri, hingga cyber security dan kendaraan listrik. Darmawansyah memastikan bahwa seluruh kurikulum yang diajarkan sudah “klik” dengan kebutuhan pasar kerja saat ini melalui sistem akun SIAPkerja.

​“Program Pelatihan Vokasi Nasional ini dirancang langsung untuk menjawab kebutuhan dunia industri. Lulusannya tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga kompetensi yang siap pakai di dunia kerja. Kami mendorong masyarakat untuk segera mendaftar sebelum batas waktu yang telah ditentukan,” tegasnya.

​Momentum perpanjangan ini diharapkan mampu memicu gelombang pendaftar baru dari berbagai daerah, mengingat setiap kursi yang tersedia adalah investasi nyata bagi masa depan tenaga kerja Indonesia.

​”Kami berharap dengan diperpanjangnya masa pendaftaran ini, informasi mengenai Pelatihan Vokasi Nasional semakin menyebar luas ke seluruh penjuru Indonesia. Target 20.000 peserta Batch 1 diharapkan dapat terpenuhi, karena setiap kursi yang tersedia adalah peluang nyata bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan masa depannya,” tutup Darmawansyah.