Jakarta, PenaRakyat.com – Grab meningkatkan komitmen pendanaan melalui GrabForGood Fund menjadi US$3,2 juta pada 2026 untuk mendukung program pendidikan dan ketahanan komunitas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Komitmen tersebut diumumkan Grab dalam siaran pers yang diterima PenaRakyat.com melalui Media OutReach Newswire, Jumat (13/3/2026).
Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai program sosial di kawasan, terutama di bidang pendidikan, kepedulian masyarakat, dan bantuan bencana.
Program Beasiswa GrabScholar
Salah satu program utama yang didanai adalah GrabScholar, yaitu program beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu serta beasiswa penuh berdasarkan prestasi bagi mahasiswa yang memiliki potensi akademik tinggi.
Program ini tersedia di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.
Selain beasiswa pendidikan, Grab juga menjalankan program kesehatan dan gizi bagi anak sekolah guna mendukung kualitas pembelajaran mereka.
CEO Grup dan Pendiri Bersama Grab Anthony Tan mengatakan GrabForGood Fund dibentuk untuk membantu masyarakat di Asia Tenggara mendapatkan peluang masa depan yang lebih baik.
“Kami memulai GrabForGood Fund untuk menyediakan landasan bagi masyarakat di seluruh Asia Tenggara untuk membangun masa depan yang mereka inginkan. Saya telah menyaksikan sendiri ketahanan luar biasa dari para mitra dan komunitas kami, namun ada hambatan sistemik yang sulit diatasi sendiri,” kata Anthony Tan.
Ribuan Siswa Telah Terbantu
Sepanjang 2025, GrabForGood Fund telah menyalurkan lebih dari US$2 juta untuk berbagai program sosial di Asia Tenggara.
Dana tersebut mendukung lebih dari 3.600 siswa melalui program GrabScholar dalam bentuk beasiswa pendidikan.
Sejak diluncurkan pada 2022, GrabScholar telah membantu 8.238 siswa di kawasan Asia Tenggara, termasuk anak-anak dari mitra pengemudi dan pedagang Grab serta masyarakat umum.
Pada 2025 saja, sebanyak 3.486 siswa menerima beasiswa GrabScholar, sementara 117 mahasiswa memperoleh beasiswa penuh berdasarkan prestasi.
Program Pemberdayaan Mitra
Selain pendidikan, Grab juga menjalankan berbagai program pemberdayaan mitra melalui GrabAcademy.
Program ini menyediakan pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi mitra pengemudi untuk meningkatkan potensi penghasilan mereka.
Sepanjang 2025, lebih dari 1,5 juta mitra pengemudi di kawasan Asia Tenggara telah mengikuti setidaknya satu kursus pelatihan melalui GrabAcademy.
Grab juga menjalankan sejumlah inisiatif sosial lainnya seperti Program Pengemudi Wanita Grab serta GrabAccess bagi penyandang disabilitas untuk membuka lebih banyak peluang ekonomi.
Di bidang lingkungan, Grab mendukung 17 proyek konservasi melalui Program Hijau dalam aplikasi Grab yang memungkinkan pengguna berkontribusi pada berbagai proyek lingkungan di Asia Tenggara.
Grab merupakan superapp yang beroperasi di lebih dari 900 kota di delapan negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dengan layanan transportasi, pengiriman makanan, logistik, serta layanan keuangan digital.














Tinggalkan Balasan