SIDRAP, Penarakyat.com — Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, H. Syaharuddin Alrif, mengungkapkan harapannya agar Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menjadi pusat penghasil ulama, santri, dan penghafal Al-Qur’an terbesar di Sulawesi Selatan.
Hal tersebut disampaikan Syaharuddin dalam acara Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW yang diadakan di Lapangan Sepak Bola Nene Mallomo, Desa Allakuang, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap, Senin malam, 9 September 2024.
Acara Maulid yang dipimpin oleh Ustadz Dr. H. Das’ad Latif sebagai pembawa hikmah ini dihadiri oleh ratusan warga setempat dan diinisiasi oleh Forum Masyarakat Desa Allakuang.
Adapun temanya adalah “Dengan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Kita Pererat Ukhuwah Demi Terciptanya Insan yang Rahmatan Lil Alamin”.
Megiatan tersebut turut dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Ketua DPRD Sidrap H. Ruslan, anggota DPRD H. Faisal, Rusdi Gani, dan Arifin Damis. 
Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif menekankan pentingnya peningkatan religiusitas di Sidrap. Ia mengungkapkan kebanggaannya karena Ustadz Das’ad Latif, yang biasa dipanggil “Gurutta”, bersedia hadir di Desa Allakuang meskipun memiliki jadwal padat.
“Saya bersama H. Faisal menginisiasi Maulid Akbar ini untuk mengirimkan pesan bahwa 414 tahun yang lalu di Desa Allakuang, tepatnya tahun 1746, oleh Raja Addatuang Sidenreng Laparioroi Say Bojo dan Nene Mallomo Lapagala dirikan Masjid Jerrae sebagai simbol perjuangan masuknya Islam di Sidrap,” kata Syaharuddin.
Ia juga mengajak masyarakat Sidrap untuk bersama-sama mendoakan agar daerah ini bisa kembali menjadi pusat keagamaan yang menghasilkan ulama-ulama besar, mengingat Sidrap memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Islam di Sulawesi Selatan. Tokoh ulama seperti KH. Pabbaja disebut sebagai salah satu figur yang lahir dari Sidrap dan dikenal luas di Sulsel.
“Insya Allah, kalau agama kita bagus, Sidrap akan menjadi penghasil ulama, santri, dan penghafal Al-Qur’an terbesar di Sulawesi Selatan,” tambahnya.
Syaharuddin juga menghubungkan kemajuan religiusitas dengan peningkatan kesejahteraan. Menurutnya, dengan keimanan yang kokoh, bidang pertanian, peternakan, dan industri lokal di Sidrap akan terus berkembang, sehingga masyarakat dapat merasakan kemakmuran dan kesejahteraan yang berkelanjutan.
“Saya mau Sidrap sesuai dengan perintah Al-Qur’an, yaitu masyarakat yang beriman dan bertakwa akan mendapatkan keberkahan dan kesejahteraan dari langit dan bumi,” ujarnya di akhir pidatonya, seraya meminta doa dari masyarakat agar ia diberikan amanah untuk melanjutkan perjuangan di Sidrap.
Acara ini pun diakhiri dengan harapan bahwa Maulid Akbar ini menjadi titik awal kebangkitan ulama dan tokoh agama dari Sidrap yang akan membawa dampak positif bagi masyarakat luas. (Riss)















Tinggalkan Balasan