PINRANG, Penarakyat.com – SPBU Massila di Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan kembali menjadi sorotan publik. Warga menilai lokasi pengisian BBM tersebut kerap menjadi tempat “bebas” bagi dugaan praktik penimbunan solar yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Keluhan mencuat setelah sejumlah warga menyaksikan beberapa mobil roda empat berwarna hitam keluar masuk SPBU sambil mengangkut jerigen berisi BBM jenis solar dalam jumlah banyak.
Seorang warga berinisial FA, yang enggan identitas lengkapnya dipublikasikan, mengaku telah menyaksikan aktivitas mencurigakan itu saat dirinya mengantri selama dua jam di SPBU tersebut.
“Baru dua jam saya mengantri, saya sudah lihat dua kali mobil hitam itu masuk dan keluar membawa jerigen penuh solar. Tidak lama kemudian petugas bilang stok solar habis padahal antrian masih panjang,” ujarnya dengan nada kecewa.
Menurut FA, kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Warga menilai SPBU Massila seolah membiarkan aktivitas diduga ilegal itu berlangsung tanpa pengawasan ketat, sehingga merugikan masyarakat yang mengantri solar untuk keperluan harian (30/11/2025).
Akibat praktik tersebut, antrean panjang kendaraan kerap tak terhindarkan. Warga merasa dipermainkan, khususnya ketika stok BBM disebut habis tiba-tiba setelah mobil-mobil tak dikenal selesai mengisi jerigen dalam jumlah banyak.
Warga pun mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Resor Pinrang, untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan dan penindakan tegas.
“Kami minta polisi mengawasi SPBU ini. Jangan hanya di Massila, tapi seluruh SPBU di Pinrang harus diperiksa. Jangan sampai mafia BBM dibiarkan berkeliaran,” tegas warga lain yang turut mengantri.

Praktik pengisian BBM bersubsidi menggunakan jerigen tanpa izin jelas melanggar aturan dan berpotensi merugikan negara serta masyarakat kecil yang seharusnya berhak menikmati BBM subsidi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SPBU Massila maupun instansi terkait. Warga berharap kasus ini tidak dianggap enteng dan segera ditindak sebelum meresahkan lebih jauh. (Riss)














Tinggalkan Balasan