WAJO, PenaRakyat.com – Pasar kripto global bergerak dinamis pada Sabtu, 5 April 2025. Hingga pukul 18.30 WITA, CoinGecko melaporkan bahwa kapitalisasi pasar mencapai USD 2,69 triliun, mencatatkan kenaikan sebesar 0,78% dalam 24 jam terakhir.

Para investor menunjukkan antusiasme tinggi dalam aktivitas perdagangan hari ini. Sementara itu, platform utama seperti Binance, Indodax, dan Tokocrypto turut mencerminkan lonjakan volume transaksi, terutama di kalangan altcoin.

Bitcoin hari ini melemah

Meskipun pasar menguat, harga bitcoin hari ini turun 0,71% ke level USD 83.733. Data dari Binance Market Update menunjukkan bahwa BTC sempat bergerak di kisaran USD 81.659 hingga USD 84.720. Penguatan indeks dolar AS (DXY) sejak akhir Maret mendorong koreksi ini.

Menurut analis dari Tokocrypto, korelasi negatif antara DXY dan bitcoin menjadi indikator utama yang wajib diperhatikan dalam membaca arah tren.

XRP pimpin penguatan

Sementara itu, XRP mencuri perhatian setelah naik 2% ke USD 2,15. Proyeksi dari Binance Square menyebutkan bahwa jika ketegangan dagang AS–Tiongkok terus meningkat, harga XRP bisa melesat ke USD 2,58.

ENA alami tekanan pasca rilis token

Binance melaporkan bahwa sebanyak 171,89 juta token ENA telah beredar ke pasar hari ini (sumber). Aksi jual pada rilis sebelumnya sempat menekan harga. Oleh karena itu, trader kini bersikap lebih hati-hati untuk menghindari potensi koreksi berulang.

Proyek digital AS bangkitkan optimisme

Peluncuran proyek Digital Asset Reserve oleh Departemen Keuangan AS memicu optimisme baru. Bahkan, laporan Binance Square menilai langkah ini dapat mendukung penguatan bitcoin, ethereum, ripple, solana, dan cardano selama April.

EOS sempat reli, kini koreksi

EOS sempat mencatatkan kenaikan 42% dalam sepekan. Namun hari ini, harga terkoreksi 2,88% menjadi USD 0,80, sebagaimana tertera pada Binance. Beberapa pelaku pasar memilih merealisasikan keuntungan sebelum potensi tekanan muncul kembali.

Grafik BTC beri sinyal teknikal

Di sisi lain, grafik teknikal bitcoin menunjukkan tanda pola death cross. Pola ini terjadi saat garis MA 50 hari mendekati garis MA 200 hari dari atas. Meski begitu, analis meyakini bahwa sinyal ini belum tentu diikuti oleh penurunan besar, tergantung sentimen makro yang berkembang. Business Insider menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan dalam situasi seperti ini.

(Jumardi)

Disclaimer: Artikel ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran investasi, keuangan, atau perdagangan. Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi, dan harga dapat berfluktuasi secara signifikan. Pembaca disarankan untuk melakukan riset sendiri dan berkonsultasi dengan ahli keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.