SUBULUSSALAM, Penarakyat.com —
Jalan Nasional Subulussalam – Sumut (Sumatra Utara), kawasan Kabupaten Pakpak Bharat, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Desa Tanjung Mulia, Provinsi Sumatra Utara.
Jalan sempit banyak tikungan tajam, tanjakan terjal, dalamnya jurang dan sangat rentan terjadinya longsor dikawasan Kedabuhan sampai kewilayahan Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, kota Subulussalam, sehingga sangat membahayakan bagi pengguna jalan Umum. Kamis/2/4/2026,
Warga meminta kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Aceh, dan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Satker Pelaksana Jalan Nasional wilayah II Sumatera Utara (Sumut).
Agar kiranya dapat membuka mata dan telinga, untuk membangun pembatas jalan memakai Roller Barrier di setiap tikungan dan di kawasan pinggiran jurang sungai Lae kombih.
Dikawasan Jalan ini lintas Subulussalam – Sumut, letaknya di kabupaten Pakpak Bharat, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe. kerap terjadinya kecelakaan patal, yang mengakibatkan korban masuk jurang dan terbawa arus sungai sehingga sering merenggut nyawa bagi pengguna jalan.
Parahnya lagi, hampir ditemukan batas pengaman jalan nihil di sepanjang jalan bibir jurang dikawasan Pakpak Bharat letaknya di Desa Tanjung Mulia.
Sehingga setiap terjadinya insiden kecelakaan, langsung terjun bebas kedalam jurang masuk ke sungai Lae kombih.
Seperti baru-baru ini, ada terjadi insiden naas yang di alami oleh salah satu warga Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, kota Subulussalam.
Mobil Minibus Kijang Innova berwarna silver dengan Nopol, BK 1213 SP, merupakan pasangan suami istri (Pasutri) terjun bebas kedalam jurang sungai Lae kombih sampai saat ini belum di temukan.
Warga/Pengguna jalan sangat berharap, perhatian serius dari pemerintah pusat Presiden Prabowo Subianto.

Terkhusus Kementerian pekerjaan umum dan kepala Bappenas dan agar kiranya dapat memerintahkan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN), untuk bekerja turun dan lihat, jangan hanya taunya duduk cantik Sudah saatnya pembuatan pembatas memakai Roller Barrier di wilayah rawan.
(Amdan Harahap)












Tinggalkan Balasan