Umpungeng Wisata Budaya Nan Mempesona

SOPPENG, penarakyat.com — Dusun Umpungeng, Desa Umpungeng, Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng, oleh sejumlah masyarakat lebih banyak dikenal sebagai titik nol Indonesia. Namun siapa sangka, daerah yang asri, diapit dengan pegunungan ini, merupakan warisan budaya yang tak ternilai harganya.

Betapa tidak, daerah yang lebih kenal masyarakat sekitar sebagai Posi tanah (pusar tanah), adalah tempat dimana Arung Palakka ( Raja Bone ) bersembunyi dari Kejaran Sultan Hasanuddin ( Raja Gowa ) beserta sekutunya. Di daerah ini pula, peperangan anatara kerajaan Wajo dan Soppeng sempat pecah.

Umpungeng juga bisa diibaratkan sebagai saksi bisu kesetaiaan, dan kecerdikan. Cerita yang berkembang di masyarakat, kala itu, ketika Arung Palakka bersembunyi di umpungeng, prajurit Gowa dan sekutunya pun tiba ditempat tersebut. Arung Umpungeng yang ditanya mengenai keberadaan Arung Palakka, mengambil segenggam tanah, sambil bersumpah, “Kalau memang Arung Palakka berada di tanah umpungeng ini (Sambil menunjuk genggeman tangannya, maka niscaya Negeri ini akan hancur,” kata Arung Umpungeng.

Kemudian berlalulah para prajurit Gowa, dan Arung Palakka selamat. Ketika, difikir dengan akal sehat, memang tidak mungkin seorang Arung Palakka berada dalam tanah yang digenggam arung umpungeng.

Kembali ke kondisi Umpungeng, terdapat sebuah situs batu ukir, yang konon katanya, batu tersebut diukir sendiri oleh Arung Palakka. sekitar satu meter dari onggokan batu ukir tersebut, terdapat sebuah titik yang dikenal sebagai titik nol atau titik tengah Indonesia.

Untuk sampai ke tempat ini, harus menempuh jarak sekitar dua jam, dengan melalui jalur ekstrim, dengan jurang terjal. Kondisi jala berbatu dan berkelok, sangat cocok dijadikan sebagai tempat wisata Off Road, bagi yang senang menguji nyalinya ditempat ekstrim.

Pemandangan indah ketika melewati jalan ekstrim, dengan udara murni sangat cocok bagi para wisatawan yang akan mencoba merasakan suasana berbeda di Kabupaten Soppeng.

“Kedepan umpungeng ini akan kita tata, ini adalah aset bersejarah yang perlu kita lestraikan,” kata Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak ketika berwisata ke umpungeng bersama, Muspida dan sejumlah jurnalis. (penarakyat.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *