Waduh… Hutan Mangrove Pesisir Pantai Bajo Jadi Tanah Kavling‎

image
Hutan Mangrov di Kabupaten Bone Diduga Dikaveling (Ft. Subaer. Penarakyat.com)

Bone, penarakyat.com — Hutan mangrove yang berada disepanjang pantai Bajo kelurahan Bajoe kecamatan Tanete Riattang Timur,terancam habis karena diduga telah dijadikan tanah kavling  oleh oknum pengusaha di Bajoe.

Hal ini memicu tanda tanya dari berbagai kalangan masyarakat yang prihatin dengan rusaknya konservasi hutan mangrove yang ada di kabupaten Bone, selain itu peng kavlingan yang diduga kuat melibatkan oknum pengusaha dan pejabat pemkab Bone itu telah menyalahi aturan dan belum jelasnya status tanah tersebut.

Selain itu, tanah yang ditumbuhi oleh mangrove tersebut bahkan sudah dipindah tangankan kebeberapa nama, baik dari kalangan oknum LSM dan wartawan yang tujuannya untuk mendinginkan kasus tersebut.

Pengkavlingan lahan hutan mangrove itu juga sempat memicu gejolak penduduk setempat khususnya kepada masyarakat suku Bajo yang sudah puluhan tahun menempati daerah di sekitar lahan hutan mangrove tersebut.

Pemerhati Kesejahteraan Masyarakat, Dhani, menilai ada konspirasi tingkat tinggi antara oknum pengusaha dengan pejabat daerah Bone sehingga kasus pengkavlingan lahan mangrovev tersebut tidak digubris.

Dhani, bahkan menuding jika lahan tersebut sengaja dikavling untuk kepentingan kelompok tertentu. “Kami curiga ada konspirasi tingkat tinggi dipengkavlingan lahan tersebut, karena apapun alasannya menurut saya hutan mangrove itu tidak boleh dijamah,” tandasnya. (Subaer/atho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *