SOPPENG, Penarakyat.com – Hamparan sawah di Kelurahan Apanang, disiapkan untuk pelaksanaan tanam padi perdana Program Pertanian Modern Advance Agriculture System atau PM-AAS.
Kegiatan itu menjadi penanda dimulainya penerapan sistem pertanian modern di Kabupaten Soppeng. Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kementerian Pertanian RI mulai memperluas penggunaan teknologi dan mekanisasi pertanian sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sektor pangan.
Program tersebut diselenggarakan oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan. Di lokasi kegiatan, terlihat alat pertanian modern mulai diperkenalkan kepada petani, mulai dari sistem tanam berbasis mekanisasi hingga penggunaan drone pertanian.
Bupati Soppeng Suwardi Haseng hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan program PM-AAS bukan sekadar agenda seremonial tanam padi, melainkan bagian dari perubahan sistem pertanian yang selama ini masih menghadapi banyak persoalan mendasar.
Menurut Suwardi, sebagian besar petani di Kabupaten Soppeng masih dihadapkan pada tantangan cuaca yang sulit diprediksi, kenaikan harga pupuk, biaya produksi yang tinggi, hingga keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.
Karena itu, kata dia, modernisasi pertanian menjadi salah satu langkah yang dinilai perlu dilakukan agar petani dapat bekerja lebih efektif dan efisien.
“Teknologi hadir bukan untuk menggantikan petani, tetapi membantu pekerjaan menjadi lebih ringan dan hasil panen semakin meningkat,” ujar Suwardi dalam sambutannya.
Program PM-AAS sebenarnya telah mulai diuji coba di Kabupaten Soppeng sejak 2025. Saat itu, penerapannya masih terbatas di lahan seluas lima hektar di Kecamatan Marioriawa.
Setelah melalui tahap awal tersebut, cakupan program kini diperluas menjadi 120 hektar pada 2026. Sebanyak 100 hektar berada di Kecamatan Liliriaja dan 20 hektar lainnya di Kecamatan Marioriawa.
Suwardi mengatakan perluasan program tersebut menunjukkan bahwa pemerintah pusat memberi perhatian terhadap pengembangan pertanian modern di Kabupaten Soppeng. Ia berharap kawasan persawahan di Apanang nantinya dapat menjadi contoh penerapan sistem pertanian modern di daerah lain.
Selain mekanisasi, program PM-AAS juga disertai pendampingan intensif kepada petani melalui penyuluh pertanian. Pemerintah berharap petani tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga memahami pola tanam dan pengelolaan pertanian modern secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Fadjry Jufri, mengatakan Kabupaten Soppeng termasuk salah satu daerah prioritas pengembangan pertanian modern di Sulawesi Selatan.
Menurut dia, penerapan teknologi pertanian modern mulai diperkenalkan setelah Kementerian Pertanian melakukan kajian dan kunjungan ke sejumlah negara dengan sistem pertanian maju. Dari hasil uji coba sebelumnya di Soppeng, produktivitas pertanian disebut mampu mencapai 10,4 ton per hektar.
Ia menjelaskan, di Sulawesi Selatan hanya terdapat empat daerah yang memperoleh program PM-AAS, yakni Kabupaten Sidenreng Rappang, Bone, Soppeng, dan Maros.
“Kementerian Pertanian berkomitmen memberikan dukungan maksimal agar program ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” kata Fadjry.
Dalam rangkaian kegiatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan benih padi varietas Inpari 48 dan Inpari 32 sebanyak 7,5 ton kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan BRMP.
Selain bantuan benih, PT Pupuk Indonesia turut menyerahkan bantuan pupuk Petroganik kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng.
Kegiatan tanam perdana tersebut dihadiri jajaran Kementerian Pertanian, tenaga ahli menteri, unsur Forkopimda Kabupaten Soppeng, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Camat Liliriaja, unsur Tripika, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani.
Bagi Pemerintah Kabupaten Soppeng, program PM-AAS tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan hasil panen. Lebih dari itu, modernisasi pertanian diharapkan menjadi jawaban atas tantangan sektor pangan di tengah perubahan iklim dan semakin tingginya kebutuhan produksi pertanian di masa mendatang.














Tinggalkan Balasan